Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia menghadapi ancaman baru terhadap ketahanan energinya setelah salah satu kilang minyak terpenting di negara itu mengalami kerusakan parah akibat serangan drone Ukraina.
Kilang minyak Moskow, pemasok bahan bakar terbesar untuk wilayah ibu kota Rusia, diperkirakan tidak akan beroperasi selama sedikitnya enam bulan, memperumit upaya pemerintah mengatasi krisis pasokan bahan bakar yang semakin meluas.
Dua sumber industri pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat menyatakan bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan drone Ukraina terhadap fasilitas tersebut sangat signifikan sehingga proses perbaikannya akan memakan waktu panjang.
- Bomber Nuklir Rusia Dekati Wilayah NATO, 2 Jet Tempur F-35 Dikerahkan
- Tak Ada Ajakan Perang, Mengapa Korut Mati-matian Bikin Senjata Nuklir?
- Breaking News: Gempa M 7,1 Guncang Amerika, Berpotensi Tsunami
Kilang yang berada di pinggiran selatan Moskow itu merupakan pemasok utama bahan bakar bagi kawasan metropolitan Rusia. Fasilitas tersebut dilaporkan dua kali menjadi sasaran serangan drone Ukraina pada bulan ini, yang memaksa penghentian seluruh operasional kilang.
"Akan membutuhkan setidaknya setengah tahun untuk memperbaikinya," kata salah satu sumber industri mengenai tingkat kerusakan yang dialami kilang Moskow, dilansir Reuters.
Perusahaan energi Rusia, Gazprom Neft, yang mengoperasikan fasilitas tersebut, tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait kondisi kilang maupun estimasi waktu pemulihan operasional.
Kerusakan pada kilang Moskow terjadi di tengah meningkatnya serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia menggunakan drone jarak jauh. Dalam beberapa bulan terakhir, Kyiv secara konsisten memperluas operasi serangan terhadap sektor energi Rusia sebagai bagian dari strategi untuk menekan kemampuan ekonomi dan logistik Moskow.
Di sisi lain, Rusia juga terus melancarkan serangan rudal terhadap berbagai target yang berkaitan dengan sektor energi dan pertahanan di wilayah Ukraina.
Pertukaran serangan terhadap fasilitas energi kedua negara kini semakin menjadi salah satu dimensi utama dalam konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut.
Menurut sumber industri, serangan-serangan Ukraina telah melumpuhkan sebagian signifikan kapasitas pengolahan minyak Rusia. Dampaknya mulai terasa di berbagai wilayah negara terbesar di dunia itu, mulai dari kelangkaan produk minyak, lonjakan harga bahan bakar, hingga antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar.
Gangguan pasokan tersebut dilaporkan terjadi di banyak wilayah yang tersebar di 11 zona waktu Rusia, memperlihatkan skala dampak yang ditimbulkan terhadap jaringan distribusi energi nasional.
Kilang Moskow sendiri bukan pertama kali menjadi sasaran serangan. Fasilitas strategis itu telah beberapa kali diserang sejak Ukraina meningkatkan kampanye serangan drone terhadap infrastruktur energi Rusia.
Data terbaru yang tersedia menunjukkan bahwa pada 2024 kilang tersebut mengolah sekitar 11,6 juta ton minyak mentah. Dari jumlah tersebut, fasilitas itu menghasilkan sekitar 2,9 juta ton bensin dan 3,2 juta ton solar atau diesel.
Besarnya kapasitas produksi tersebut menjadikan kilang Moskow sebagai salah satu aset energi paling penting bagi pasokan bahan bakar di wilayah ibu kota dan sekitarnya.
Tekanan terhadap pasokan energi domestik kini mendorong pemerintah Rusia mempertimbangkan langkah-langkah darurat untuk mengatasi krisis yang berkembang.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada Selasa mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan kemungkinan penerapan larangan ekspor diesel guna memastikan kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi.
Langkah tersebut menjadi salah satu opsi yang tengah dibahas di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan bakar di pasar domestik.
Sementara itu, surat kabar Rusia Vedomosti melaporkan bahwa pemerintah juga mempertimbangkan opsi impor bahan bakar untuk membantu mengatasi kekurangan pasokan yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah.
Menurut laporan tersebut, kebutuhan impor terutama dipertimbangkan untuk wilayah Krimea, tempat penjualan bensin kepada masyarakat dilaporkan telah dihentikan akibat keterbatasan pasokan.
(luc/luc) Add as a preferred
source on Google




