Tak Tergiur Uang Rp 250 Juta Sayembara Dedi Mulyadi Terkait Kasus Wanita yang Disekap Pacar, Pak RT Ungkap Alasannya

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Aksi sayembara Dedi Mulyadi baru-baru ini menyedot atensi dari banyak orang. Hal ini disebut terkait dirinya yang siap memberi uang Rp 250 juta sebagai hadiah bagi siapa pun yang menemukan pelaku.

Sebelumnya, publik digegerkan dengan aksi pelaku penganiayaan berinisial TH (30), yang diketahui menyekap pacarnya sendiri yakni YTR. Mengejutkannya lagi, aksi penyekapan dan penganiayaan itu sudah berlangsung selama tiga tahun.

Dan terkait dengan uang sayembara Dedi Mulyadi, warga di sana justru mengaku khawatir jika ikut terlibat dalam pencarian pelaku yang sempat melarikan diri.

Hal ini diungkap oleh Ketua RT 05/RW 07 Kampung Tegalame yang juga tetangga dari TH, Abdul Ghani Jalalludin (37).

Ya, hal ini dilakukan Abdul Ghani tak mau ikut sayembara lantaran takut terjadi ada apa-apa ke depannya.

Apalagi jika sampai pelaku dendam dan berimbas dengan keluarganya.

"Saya memang denger dari warga ada sayembara, cuma saya pribadi engga mau ikutan.

Takut kedepannya kenapa-kenapa, bagaimana nanti kalau dia punya dendam ke saya.

Terus takutnya keluarga juga kena," ujar Abdul dikutip Grid.ID dari TribunJabar.id, Rabu (24/6/2026).

Lebih lanjut, Abdul Ghani Jalalludin rupanya sempat khawatir setelah mendengar informasi di media sosial bahwa TH diduga membawa sejumlah senjata.

Kendati demikian, Abdul menegaskan ia akan membantu proses penegakan hukum.

 

Seperti apabila memperoleh informasi yang berkaitan dengan keberadaan TH ia akan memilih menyerahkan informasi itu kepada aparat kepolisian.

Sementara itu, sebelum ramai sayembara Dedi Mulyadi untuk menangkap pelaku, YTR terakhir kali tinggal bersama TH dalam sebuah kontrakan di Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Melansir dari Kompas.com, kasus ini juga berhasil diketahui usai korban diantarkan dalam kondisi mengenaskan ke IGD RSHS Bandung. Kondisi korban saat itu juga terlihat mengenaskan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Pihak keluarga tiba-tiba menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal pada Rabu (10/6/2026) malam yang mengabarkan bahwa korban tengah berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dengan dalih mengalami kecelakaan.

Polisi juga sempat menjadi TH sebagai DPO (buron) sebelum akhirnya berhasil ditangkap. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga Cilacap Hilang Misterius di Hutan Nambo Girang, Tim SAR Turun Tangan
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Dasco Bakal Pimpin Safari Politik Pekan Depan Buat Bahas Ambang Batas Pemilu
• 46 menit laluviva.co.id
thumb
Eks Dubes Dian WIrengjurit Bongkar Penyebab Iran Berkali-kali Kecewa kepada Indonesia | SATU MEJA
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Wamendiktisaintek Ajak Kampus Ikut Kelola Sampah
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
14 Negara Cukup Imbang, Simak Skenario Lengkap Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.