Jalan Longsor Kedalaman 15 Meter, Akses Agam–Bukittinggi Lumpuh

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Lubuk Basung: Jalan provinsi menghubungkan Padang Koto Gadang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat menuju Kota Bukittinggi tidak bisa dilalui kendaraan roda empat akibat longsor setelah hujan cukup deras melanda daerah itu, Rabu, 24 Juni 2026 siang.

Kapolres Agam AKBP Muari mengatakan badan jalan longsor berada di Labuah Sampiak, Jorong Gunggun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, sekitar pukul 11.00 WIB.

"Kondisi badan jalan terban dengan kedalaman 15 meter dan pada bagian lain ada perbukitan, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua," kata Muari di Lubuk Basung, seperti dilansir Antara, Rabu, 24 Juni 2026 

Ia mengatakan jalan itu merupakan satu-satunya jalan menghubungkan Padang Koto Gadang menuju sejumlah kecamatan di Agam maupun Bukittinggi. Ia mengimbau masyarakat yang akan melewati ruas jalan tersebut untuk memonitor perkembangan situasi, karena badan jalan terban akibat longsor sehingga hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Selain itu, jalan lingkar atau jalan kabupaten dari Koto Alam, Kecamatan Palembayan menuju Lubuk Basung melewati Batu Kambing, Kecamatan Ampek Nagari belum bisa dilalui kendaraan roda empat dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

 

Baca Juga :

Longsor di Lembah Anai Putuskan Akses Jalan Padang–Bukittinggi


"Sementara ini tidak ada jalan alternatif, karena jalan lingkar di Batu Kambing juga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat," katanya.

Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan Pemkab Agam untuk mempercepat perbaikan jalan ini, karena kedua ruas jalan menuju Palembayan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Langkah bersama Pemkab Agam akan melakukan koordinasi dengan warga untuk pembuatan saluran air, karena air ini secara terus-menerus mengikis badan jalan menyebabkan tebing menjadi longsor.


Kawasan Lembah Anai dan Sitinjau Lauik. (DOK: Istimewa)

"Harus dipercepat pembuatan saluran air, agar tidak mengikis tebing jalan. Mengingat jalan provinsi, telah dilaporkan ke Pemprov Sumbar supaya segera membuat jalan alternatif," katanya.

Wali Nagari atau Kepala Desa Salareh Aia Rizal Islami mengatakan jalan terban akibat hujan cukup deras melanda daerah itu pada Rabu pagi. "Badan jalan hanya tinggal beberapa meter karena beberapa kali terban usai bencana hidrometeorologi melanda daerah itu akhir November 2025," katanya.

Sebelumnya, jalan terban akibat banjir bandang melanda daerah itu pada akhir November 2025. Setelah itu, jalan kembali terban pada April 2026 sehingga tinggal sekitar dua meter.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Moto3 Belanda 2026: Misi Veda Ega Pratama Berburu Podium di Assen
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
PDIP Jember: Demo Pendukung MBG Gambarkan Situasi Pilpres 2029
• 4 jam laluberitajatim.com
thumb
KPK Geledah Kantor BPK Sumsel Kasus Bupati Muara Enim, Temukan Dokumen WDP Jadi WTP
• 15 menit lalukompas.com
thumb
Perlawanan Terpecah, Dokter Tifa dan Roy Suryo Berjalan Masing-masing di Kasus Ijazah Jokowi
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Alasan Atlet Piala Dunia Pakai Sepatu Warna Pink, Bukan Cuma Gaya
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.