Penemuan mayat seorang wanita di dalam mobil pelat merah di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, menggegerkan warga dan pengguna jasa bandara, Rabu (24/6). Korban belakangan diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura.
Jasad korban ditemukan di dalam mobil Toyota Innova berpelat merah nomor polisi M 1090 GP setelah warga mencium bau tidak sedap yang berasal dari kendaraan tersebut.
Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab kematian korban.
Berawal dari Bau Menyengat dan Cairan yang MenetesPenemuan mayat bermula saat sejumlah warga dan pengemudi ojek online yang berada di sekitar area parkir mencurigai sebuah mobil yang terparkir cukup lama.
Kecurigaan muncul setelah terlihat cairan menetes dari bawah kendaraan dan tercium aroma menyengat dari dalam mobil.
Salah seorang saksi, pengemudi ojek online bernama Bagus Tri (26), mengatakan rekannya yang sedang memperbaiki kendaraan di sekitar lokasi awalnya mengira cairan tersebut berasal dari radiator atau bahan bakar.
"Lihat ada cairan itu kayak cairan enggak normal, menetes. Dipikirnya solar atau air radiator," kata Bagus.
Karena penasaran, rekannya kemudian mengintip ke dalam mobil melalui kaca kendaraan.
Tak lama kemudian, ia berteriak meminta bantuan warga sekitar setelah melihat seseorang berada di dalam mobil.
"Terus saya di situ, nah terus saya lari, lari melihat ternyata memang ada orangnya," ujar Bagus.
Menurut dia, korban berada di kursi penumpang depan sebelah kiri dengan posisi kursi direbahkan ke belakang.
"Duduknya itu di sebelah kiri depan, di samping sopir. Posisinya tiduran. Kursinya njeleg ke belakang," katanya.
Kondisi Korban Sudah MembusukSaat ditemukan, kondisi korban sudah membengkak dan mengalami pembusukan.
Bagus menyebut korban mengenakan gamis berwarna kuning dan jilbab.
"Bengkak semua, parah. Perempuan berjilbab, bajunya kuning model gamis," ujarnya.
Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada petugas keamanan bandara yang diteruskan kepada pihak kepolisian.
Petugas dari kepolisian, Aviation Security (Avsec), InJourney Airports, dan Basarnas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Evakuasi Berlangsung 30 MenitKomandan Tim Basarnas, Gani, mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena ruang kabin mobil yang sempit.
"Lumayan sempit di dalam sebuah kabin mobil, sehingga akses untuk melakukan evakuasi cukup menyulitkan," kata Gani.
Menurut dia, proses evakuasi memakan waktu sekitar 25 hingga 30 menit.
Korban ditemukan berada di kursi penumpang depan sebelah kiri.
Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Porong untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Identitas Korban TerungkapBeberapa jam setelah penemuan, identitas korban akhirnya diketahui.
Kepala SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan korban bernama Ruly Yunis Setiawati (50), warga Mlajah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Identitas tersebut diketahui dari kartu identitas yang ditemukan bersama korban.
"Dari kartu identitas yang ditemukan, korban diketahui bernama Ruly Yunis Setiawati (50), warga Mlajah, Bangkalan," kata Nanang.
Jenazah kemudian diserahkan kepada kepolisian dan dibawa ke RS Bhayangkara Porong untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lanjutan.
ASN Pemkab BangkalanKepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan, Akhmad Roniyun Hamid, membenarkan bahwa korban merupakan ASN yang bekerja di instansinya.
Menurut dia, korban selama ini bertugas di DPRKP Kabupaten Bangkalan.
Roniyun juga membantah kabar yang menyebut korban dalam kondisi hamil saat ditemukan.
"Tidak, memang Bu Ruly gemuk dan kondisi jenazah sudah mengembang karena katanya sudah meninggal tiga atau empat hari," ujarnya.
Pihak DPRKP Bangkalan telah mengirim sejumlah staf ke Sidoarjo untuk membantu proses administrasi dan pemulangan jenazah.
Polisi Masih MenyelidikiHingga kini polisi masih mendalami penyebab kematian korban.
Kasi Humas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono mengatakan penyelidikan masih berlangsung, termasuk menunggu hasil autopsi.
"Masih dalam penyelidikan," kata Tri.
Polisi juga belum menyimpulkan berbagai spekulasi yang beredar terkait kondisi korban sebelum meninggal.
Hasil autopsi dan pemeriksaan forensik akan menjadi dasar bagi penyidik untuk mengungkap penyebab pasti kematian ASN tersebut.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, mobil yang ditumpangi korban diduga telah terparkir di area Bandara Juanda selama beberapa hari sebelum akhirnya keberadaan jasad korban diketahui warga.





