Masih Muda tapi Sering Hipertensi? Awas Bisa Picu Gagal Jantung

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi pengecekan tekanan darah. (Dokumentasi Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa remaja dan generasi muda yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) menghadapi risiko besar terkena penyakit jantung dan ginjal saat mereka menua.

Mengutip Healthline, temuan ini memperkuat pentingnya menjaga tekanan darah yang sehat di usia muda, khususnya di kalangan orang dewasa di bawah 40 tahun.

Baca: Batas Aman Makan Mie Instan agar Tak Kena Sakit Ginjal

"Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko signifikan yang diketahui memicu penyakit jantung dan penyakit ginjal," kata Cheng-Han Chen, MD, ahli kardiologi intervensi bersertifikat dan direktur medis Program Jantung Struktural di MemorialCare Saddleback Medical Center di Laguna Hills, CA, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.


Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 27%

Hipertensi adalah penyebab utama penyakit kardiovaskular dan kematian dini di seluruh dunia.

Tekanan darah tinggi juga merupakan faktor risiko yang paling umum dan dapat dimodifikasi untuk penyakit jantung dan stroke. Ini artinya menjaga tekanan darah yang sehat sangat penting untuk mengurangi risiko atau mencegah penyakit jantung, kejadian jantung utama, atau stroke.

Studi terbaru ini menganalisis informasi kesehatan dari 291.887 orang dewasa dari basis data Layanan Asuransi Kesehatan Nasional Korea.

Setiap peserta berusia 30 tahun antara tahun 2002 dan 2004, dan menerima pemeriksaan kesehatan rutin antara usia 30 dan 40 tahun. Para peserta tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau penyakit ginjal sebelum usia 40 tahun.

Para peneliti menghitung tingkat tekanan darah kumulatif setiap peserta dari usia 30 hingga 40 tahun untuk memperhitungkan seberapa tinggi tekanan darah tersebut dan berapa lama tekanan darah tersebut tetap tinggi.

Para peserta dipantau selama sekitar 10 tahun setelah usia 40 tahun. Selama periode ini, perkembangan penyakit jantung atau ginjal diidentifikasi melalui catatan layanan kesehatan nasional. Diagnosis penyakit ginjal kronis juga dikonfirmasi oleh tes laboratorium, yang dilakukan selama periode pemantauan.

Para peneliti menemukan bahwa mereka yang memiliki tekanan darah tinggi yang tetap tinggi dari usia 30 hingga 40 tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan penyakit ginjal setelah usia 40 tahun.

Tips menurunkan tekanan darah tinggi

Mengadopsi gaya hidup sehat untuk jantung dapat membantu mencegah kejadian kardiovaskular. Perubahan gaya hidup yang dapat membantu menurunkan tekanan darah meliputi:

- mengonsumsi makanan seimbang

- mengelola stres

- menjaga berat badan yang ideal

- berhenti atau menghindari merokok


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Intip Gemasnya Rio, Bayi Panda Pertama RI Hasil Diplomasi Panda China

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gerindra Bantah Isu Budi Djiwandono Awasi Wapres Gibran, Bambang Haryadi: Itu Hoaks!
• 7 jam laludisway.id
thumb
Masuk Bisnis Yoghurt, Pengelola Pizza Hut (PZZA) Caplok 52 Persen Saham HAY
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Trump Jamin Iran Tak Pungut Biaya Kapal Lintasi Selat Hormuz
• 16 jam laludetik.com
thumb
Ronaldo Tampil Cemerlang di Duel Portugal vs Uzbekistan, Cetak Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Pedaw Tukang Tipu, Modal Merayu Malah Tukar Motor Jadi Sabu
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.