Gerindra Bantah Isu Budi Djiwandono Awasi Wapres Gibran, Bambang Haryadi: Itu Hoaks!

disway.id
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, Bambang Haryadi, membantah keras kabar yang menyebut Budi Djiwandono mendapat tugas khusus untuk mengawasi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Menurutnya, informasi yang beredar tersebut tidak benar dan merupakan hoaks.

Bambang menegaskan bahwa selama ini Budi Djiwandono menjalankan tugasnya sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR RI dan secara rutin memimpin rapat fraksi bersama seluruh anggota legislatif dari partai tersebut.



BACA JUGA:dr Tifa Cabut Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Tetap Lanjutkan Gugatan

"Isu dari salah satu media, podcast di media tertentu, saya bilang itu tidak benar. Karena di ruang inilah setiap rapat fraksi kami lakukan dengan seluruh anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra," kata Bambang, Kamis, 25 Juni 2026.



"Terkait isu bahwa ada mengawasi itu saya pastikan itu hoaks, tidak benar. Dan Mas Budi juga sudah membantah kepada media terkait hal itu," sambungnya.



Bambang menekankan bahwa, rapat fraksi selama ini lebih banyak membahas evaluasi program pemerintah di daerah pemilihan masing-masing anggota DPR serta kondisi ekonomi masyarakat.

“Jadi, prinsipnya kita memang selalu adakan rapat fraksi setiap rutin setiap awal masa sidang atau penutupan masa sidang. Dan kita minta kepada seluruh anggota fraksi untuk memitigasi persoalan di daerah pemilihan terutama program-program pemerintah apakah sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.


BACA JUGA:Dokter Tifa Siap Tarung Hadapi Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi


Bambang menjelaskan salah satu fokus yang dibahas adalah evaluasi pelaksanaan program-program pemerintah di daerah serta kondisi ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.



"Kita minta kepada seluruh anggota fraksi untuk memitigasi persoalan di daerah pemilihan, terutama program-program pemerintah apakah sudah berjalan dengan baik. Dan yang kedua terkait ketersediaan sembako, karena kita harus melihat tingkat daya beli masyarakat masih terjaga atau tidak," imbuhnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Potensi Awan Cumulonimbus BMKG 26 Juni 2 Juli 2026: Dua Selat Masuk Kategori Cakupan Tertinggi
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Pemerintah Bantah Kabar Relokasi Pabrik Komponen Otomotif ke Vietnam, Operasional Normal
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Kasus Impor HP Bekas, Pegawai Bea Cukai Diduga Terima Setoran
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
4 Rekomendasi Drama Korea Fantasi Terbaik, Salah Satunya Dibintangi Kim Go Eun dan Raih Rating Tertinggi
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Kasus Tragis di Medan, Siswi SD Bunuh Ibu Kandung Divonis 5 Bulan Perawatan-Pendampingan
• 22 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.