Okupansi KA Cikuray Melesat Tembus 138% Disokong Rangkaian Baru

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BANDUNG — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung mencatat lonjakan okupansi signifikan pada KA Cikuray setelah resmi mengoperasikan rangkaian baru yang terdiri dari Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Khusus Petani Pedagang.

Dalam sepuluh hari pertama pengoperasiannya sejak 11 Juni 2026, tingkat keterisian penumpang relasi Garut-Pasar Senen tercatat melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia.

Berdasarkan data resmi KAI Daop 2 Bandung, KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen telah melayani sebanyak 8.756 pelanggan dengan tingkat okupansi mencapai 138,76%. 

Sementara itu, untuk arah sebaliknya yakni relasi Pasar Senen–Garut, kereta ini telah mengangkut 7.110 pelanggan dengan persentase okupansi sebesar 112,68%.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan tingginya angka tersebut merupakan sinyal positif atas antusiasme masyarakat terhadap kehadiran sarana transportasi yang lebih nyaman namun tetap terjangkau.

“Antusiasme masyarakat terhadap KA Cikuray dengan rangkaian baru sangat tinggi. Dalam 10 hari pertama operasionalnya, tingkat okupansi bahkan mencapai lebih dari 138% untuk relasi Garut menuju Pasar Senen. Hal ini menunjukkan bahwa layanan KA Cikuray menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian dari wilayah Priangan Timur menuju Jakarta maupun sebaliknya,” ujar Kuswardojo dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga

  • KA Cikuray dan Garut Cibatuan Resmi Beroperasi, Ini Jadwalnya
  • Bentang Alam Nan Indah di Puncak Gunung Cikuray
  • Stimulus Ekonomi Semester II/2026 Diumumkan, Ada Bansos Beras Sampai Diskon Tiket Kereta Api Cs

Ia menjelaskan implementasi rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Khusus Petani Pedagang merupakan langkah strategis perseroan untuk menghadirkan layanan transportasi yang inklusif. Fasilitas ini dirancang untuk menjangkau berbagai segmentasi pelanggan, mulai dari pelancong hingga pelaku usaha mikro.

“Melalui hadirnya rangkaian baru ini, KAI ingin memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan. Selain menyediakan sarana yang lebih nyaman, keberadaan Kereta Khusus Petani Pedagang juga menjadi bentuk dukungan KAI terhadap pelaku usaha kecil dan masyarakat yang membawa hasil pertanian maupun barang dagangan dalam jumlah tertentu sehingga perjalanan dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman,” tambah Kuswardojo.

Realisasi okupansi yang menembus angka di atas 100% ini mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas dari wilayah Priangan Timur ke ibu kota. Manajemen KAI menegaskan akan terus menjaga konsistensi layanan demi mendukung sektor pariwisata daerah serta konektivitas antarwilayah.

“KAI akan terus berupaya menghadirkan layanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, tepat waktu dan berkesan. Kehadiran transportasi kereta diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat, pariwisata daerah, perekonomian, maupun konektivitas antar wilayah sehingga kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan mobilitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh,” tutup Kuswardojo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prediksi Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Susunan Pemain, dan H2H
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Kejagung Klaim Selamatkan Uang Negara Rp131,52 Triliun
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Bandara Soekarno-Hatta Masuk Kategori Zona Merah, Ada Apa?
• 2 jam laludisway.id
thumb
Penyebab Kematian ASN Bangkalan di Parkiran Juanda Tunggu Hasil Autopsi
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bak Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Klaim AS Lagi-Lagi Dibantah Iran
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.