Polda Bongkar Peredaran Narkoba dalam Kemasan Beras Basmati India

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkotika jenis etomidate dan ekstasi jaringan Malaysia. Narkoba itu disamarkan dalam kemasan beras basmati asal India.

Kasubdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Triyatno Pamungkas menjelaskan, dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap dua orang pria berinisial T (26 tahun) dan Y (29) di sebuah rumah kos di kawasan Paseban, Jakarta Pusat, Sabtu (20/6/2026). "Kami berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba jenis etomidate sebanyak 94 cartridge dan 102 butir ekstasi," katanya di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga
  • Kapolda Jabar Taufik Hidayat Sudah Ditetapkan Tersangka
  • Polda Maluku Kerahkan 339 Personel Gabungan Amankan Nobar Belanda vs Swedia
  • Begini Penjelasan Polda Metro terkait Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Triyatno menjelaskan, pengungkapan kasus itu berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya aktivitas peredaran narkotika di wilayah Paseban. "Menindaklanjuti laporan itu, Tim Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan dan menangkap kedua tersangka pada Sabtu (20/6) sekitar pukul 12.40 WIB," ucapnya.

Di lokasi pertama, lanjut Triyatno, petugas mengamankan satu kardus berisi lima bungkus beras basmati dan satu bungkus bumbu kari yang telah dimodifikasi. "Di dalam kemasan tersebut ditemukan 94 cartridge etomidate berlogo 'Batman' serta 100 butir pil ekstasi. Petugas juga menyita empat unit telepon genggam dan uang tunai Rp 700 ribu," kata Triyatno.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap kedua tersangka, sambung dia, petugas kemudian melakukan pengembangan ke sebuah apartemen di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pada lokasi kedua, petugas menemukan dua butir pil ekstasi yang diduga kuat berasal dari jaringan yang sama.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ESDM Gandeng Kampus Benahi Tambang Emas Gunung Botak
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kuasa Hukum soal Dokter Tifa Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo: Hal yang Wajar
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Kubu Eks Kapolres Bima Buka-bukaan soal Dugaan Dana dari Bandar Narkoba hingga Sel Istimewa
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Satu Gol Antar Afrika Selatan ke 32 Besar, Korea Selatan Masih Menunggu Nasib di Piala Dunia 2026
• 6 jam laluharianfajar
thumb
MBG Cuma untuk TBC? Netizen: Penyakit Berat Lainnya Juga Perlu!
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.