Mexico City (ANTARA) - Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang saat ini ditahan di Amerika Serikat, meminta rakyat Venezuela bersatu dan saling membantu menyusul gempa besar yang mengguncang negara Amerika Selatan itu pada Rabu.
"Di masa-masa sulit ini, kami menyerukan persatuan nasional, ketenangan, serta bantuan yang nyata, untuk saling menolong, melindungi, berbagi, menguatkan, dan memulihkan. Venezuela telah melewati berbagai ujian besar, dan kita juga akan bangkit dari cobaan ini dengan lebih kuat - melalui iman, disiplin, dan solidaritas," kata Maduro dalam sebuah pernyataan di platform X.
Sebelumnya pada Rabu, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan bahwa dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 telah mengguncang Venezuela.
Pusat gempa terdeteksi berada 16 kilometer dari kota Moron dan 24 kilometer dari San Felipe.
Sedikitnya tiga orang tewas dan empat lainnya luka-luka setelah sebuah bangunan tempat tinggal runtuh di Caracas, Venezuela menyusul gempa kuat pada Rabu waktu setempat.
"Jenazah tiga korban, termasuk seorang anak-anak, berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan. Selain itu, terdapat empat orang luka-luka," kata sebuah sumber kepada RIA Novosti.
Pemerintah Venezuela resmi menetapkan status darurat nasional menyusul guncangan gempa bumi kuat yang melanda negara tersebut, demikian Pelaksana Tugas (Plt.) Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez.
"Kami menetapkan status darurat nasional, sebagaimana diatur dalam konstitusi kami," kata Rodriguez dalam sebuah pidato video pada Rabu malam waktu setempat.
Ia menambahkan bahwa bandara utama Venezuela, Maiquetia, terpaksa ditutup total akibat mengalami kerusakan yang cukup parah.
"Sejumlah wilayah dilaporkan terdampak sangat parah. Di ibu kota Caracas, gedung-gedung runtuh di berbagai area. Negara bagian Miranda dan La Guaira juga mengalami kerusakan signifikan... termasuk juga wilayah Aragua, Carabobo, dan Falcon," jelas Rodriguez.
Lebih lanjut, Rodriguez menyebutkan bahwa sedikitnya 20 gempa susulan telah tercatat pasca dua gempa utama tersebut.
"Saya ingin berterima kasih kepada pemerintah di seluruh dunia yang segera menghubungi Venezuela setelah gempa terjadi untuk menyampaikan rasa solidaritas dan dukungan mereka," ungkap Rodriguez.
Menurutnya, sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Panama, Qatar, Kuba, Nikaragua, Turki, Yordania, Kolombia, Barbados, Inggris, Brasil, dan Meksiko langsung menyatakan kesiapan mereka untuk membantu Venezuela.
Selain itu, perwakilan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta lembaga keuangan internasional dilaporkan telah menghubungi pemerintah Venezuela untuk menawarkan bantuan dalam penanganan pascabencana.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Sedikitnya tiga tewas tertimpa reruntuhan saat gempa guncang Venezuela
Baca juga: Venezuela tetapkan darurat nasional seusai diguncang gempa besar
"Di masa-masa sulit ini, kami menyerukan persatuan nasional, ketenangan, serta bantuan yang nyata, untuk saling menolong, melindungi, berbagi, menguatkan, dan memulihkan. Venezuela telah melewati berbagai ujian besar, dan kita juga akan bangkit dari cobaan ini dengan lebih kuat - melalui iman, disiplin, dan solidaritas," kata Maduro dalam sebuah pernyataan di platform X.
Sebelumnya pada Rabu, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan bahwa dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 telah mengguncang Venezuela.
Pusat gempa terdeteksi berada 16 kilometer dari kota Moron dan 24 kilometer dari San Felipe.
Sedikitnya tiga orang tewas dan empat lainnya luka-luka setelah sebuah bangunan tempat tinggal runtuh di Caracas, Venezuela menyusul gempa kuat pada Rabu waktu setempat.
"Jenazah tiga korban, termasuk seorang anak-anak, berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan. Selain itu, terdapat empat orang luka-luka," kata sebuah sumber kepada RIA Novosti.
Pemerintah Venezuela resmi menetapkan status darurat nasional menyusul guncangan gempa bumi kuat yang melanda negara tersebut, demikian Pelaksana Tugas (Plt.) Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez.
"Kami menetapkan status darurat nasional, sebagaimana diatur dalam konstitusi kami," kata Rodriguez dalam sebuah pidato video pada Rabu malam waktu setempat.
Ia menambahkan bahwa bandara utama Venezuela, Maiquetia, terpaksa ditutup total akibat mengalami kerusakan yang cukup parah.
"Sejumlah wilayah dilaporkan terdampak sangat parah. Di ibu kota Caracas, gedung-gedung runtuh di berbagai area. Negara bagian Miranda dan La Guaira juga mengalami kerusakan signifikan... termasuk juga wilayah Aragua, Carabobo, dan Falcon," jelas Rodriguez.
Lebih lanjut, Rodriguez menyebutkan bahwa sedikitnya 20 gempa susulan telah tercatat pasca dua gempa utama tersebut.
"Saya ingin berterima kasih kepada pemerintah di seluruh dunia yang segera menghubungi Venezuela setelah gempa terjadi untuk menyampaikan rasa solidaritas dan dukungan mereka," ungkap Rodriguez.
Menurutnya, sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Panama, Qatar, Kuba, Nikaragua, Turki, Yordania, Kolombia, Barbados, Inggris, Brasil, dan Meksiko langsung menyatakan kesiapan mereka untuk membantu Venezuela.
Selain itu, perwakilan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta lembaga keuangan internasional dilaporkan telah menghubungi pemerintah Venezuela untuk menawarkan bantuan dalam penanganan pascabencana.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Sedikitnya tiga tewas tertimpa reruntuhan saat gempa guncang Venezuela
Baca juga: Venezuela tetapkan darurat nasional seusai diguncang gempa besar





