Bapanas: Penyaluran CBP untuk stabilitas pasokan capai 1,02 juta ton

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat realisasi penyaluran cadangan beras pemerintah (CBP) untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras telah mencapai 1,02 juta ton hingga pekan ketiga Juni 2026.

"Per 23 Juni dalam catatan Bapanas, realisasi penyaluran CBP ke masyarakat untuk anggaran 2026 telah menyentuh total 1,02 juta ton," kata Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Bapanas mencatat realisasi distribusi beras stabilitas itu terdiri dari bantuan pangan beras 601,7 ribu ton, program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) beras 367,8 ribu ton, golongan anggaran bagi aparatur sipil negara (ASN) di wilayah tertentu 38 ribu ton, dan tanggap darurat 11,3 ribu ton.

Sementara total stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog hingga 23 Juni berada di angka 5,17 juta ton. Stok itu bersumber dari pengadaan setara beras produksi dalam negeri sejak awal 2026 yang telah mencapai 3,23 juta ton.

Selain itu juga ditopang dari stok akhir tahun 2025 yang masih ada 3,24 juta ton yang sepenuhnya bersumber dari realisasi pengadaan setara beras produksi dalam negeri selama 2025 di 3,43 juta ton tanpa ada impor.

Bapanas mencatat harga beras per 22 Juni 2026 masih relatif terkendali, dengan rata-rata harga beras medium berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Meskipun terjadi kenaikan harga beras dalam satu bulan terakhir, Bapanas menilai pergerakan harga tersebut masih berada dalam koridor HET beras medium sehingga kondisi pasar tetap terjaga.

Adapun pada Zona I (Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi), Bapanas mencatat rata-rata harga per 22 Juni mencapai Rp13.080 per kilogram (kg) dengan HET beras medium Zona I di Rp 13.500 per kg.

Sulawesi Selatan menjadi daerah dengan rata-rata harga beras medium paling rendah dengan Rp12.665 per kg dan Sulawesi Tengah mengalami rata-rata harga paling tinggi di Rp13.847 per kg.

Untuk Zona II (Sumatera selain Lampung dan Sumsel, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan), rata-rata harga 22 Juni di Rp13.704 per kg dengan HET Rp14.000 per kg.

Jambi menjadi daerah dengan rata-rata harga beras medium paling rendah dengan Rp12.595 per kg dan daerah dengan rata-rata harga paling tinggi di Kalimantan Timur dengan Rp14.586 per kg.

Terakhir, di Zona III (Maluku, Papua), rata-rata harga beras medium per 22 Juni berada di level Rp15.244 per kg dengan HET Rp15.500 per kg.

Daerah paling rendah rata-rata harga beras medium ada di Maluku dengan Rp14.700 per kg, sedangkan daerah dengan rata-rata harga beras medium tertinggi di Papua Pegunungan dengan Rp20.000 per kg.

Baca juga: Bapanas: 7,7 juta ton CBP disalurkan ke masyarakat selama 2023-2025

Baca juga: Mentan: Stok cadangan beras pemerintah di Bulog tembus 5 juta ton


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Afrika Selatan Tekuk Korea Selatan 1-0, Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Update: Macet 2 Km di S Parman Jakbar, Evakuasi Besi dari Truk Terguling Belum Rampung
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Permen UMKM Wajibkan Seller Daftarkan BPJS, Bagaimana Kesiapan UMKM?
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Siswi SMAN 6 Tewas Usai Motor Tersangkut Kabel, DPRD DKI Minta Pramono Audit Besar-besaran
• 54 menit lalukompas.com
thumb
Foto: Venezuela Porak-poranda Diguncang Gempa 7,5 Magnitudo
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.