Jakarta, tvOnenews.com – Kisah pilu yang dialami YTR (29), perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, mulai terkuak satu per satu setelah kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan yang dilakukan Taufik Hidayat (30), terungkap.
Keluarga mengaku sama sekali tidak menaruh curiga ketika korban pertama kali mengenalkan Taufik kepada mereka. Bahkan, pria yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka itu sempat datang ke rumah YTR sebelum akhirnya korban menghilang tanpa kabar.
Cerita tersebut disampaikan keluarga saat bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ayah korban menuturkan, YTR mulai bekerja di Bandung pada pertengahan 2024. Selama itu, komunikasi dengan keluarga masih berjalan normal dan korban rutin pulang ke rumah.
"Paling seminggu sekali (Vita) pulang (ke rumah)," katanya, dikutip Kamis, 25 Juni 2026.
Tak lama kemudian, YTR datang bersama Taufik ke rumah. Namun, saat itu hanya bertemu ibunya karena mereka mengaku hendak pergi menonton konser. Momen tersebut menjadi pertemuan terakhir keluarga dengan korban.
Setelah itu, komunikasi perlahan berubah. YTR semakin sulit dihubungi dan tidak lagi pulang ke rumah, termasuk saat dua kali Hari Raya Idul Fitri pada 2025 dan 2026.
Kakak ipar korban mengungkapkan, keluarga sempat menerima penjelasan bahwa YTR dipindahkan bekerja ke wilayah Majalengka.
"Izin nonton konser, setelah itu kan kami tidak bertemu lagi. Tahu-tahu ada yang telepon. Kata Vita mau kerjanya dipindah lagi ke Majalengka," katanya.
Karena perusahaan tempat korban bekerja memang memiliki kantor di Majalengka, keluarga awalnya tidak menaruh curiga. Namun, rasa khawatir muncul ketika YTR tetap tidak bisa dihubungi selama berbulan-bulan.
Keluarga kemudian mendatangi lokasi tempat korban disebut bekerja. Di sanalah mereka mengetahui fakta mengejutkan.
"Sudah tidak ternyata, pas ditanyain ternyata sudah tidak (kerja), resign 4 bulan yang lalu. Yang nganternya pun, surat resign-nya, itu si cowok," tuturnya.
Merasa ada kejanggalan, keluarga kemudian menyebarkan informasi di media sosial bahwa YTR diduga diculik. Tak lama setelah unggahan itu viral, korban menghubungi keluarga dan membantah dirinya menjadi korban penculikan.
"Loh kalau bekerja kenapa bohong? kata suami saya. Kenapa kamu masih bilang kerja di Nabati ternyata nggak?. Saya kerja di Jakarta, katanya gitu. Sekarang saya kerja di Jakarta, saya cuma nggak mau jadi beban pikiran orang tua saja," ujar kakak ipar Vita.




