TB Hasanuddin Soroti Latsarmil Calon Manajer Kopdes: Belajar Kelola Koperasi Lebih Penting

disway.id
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih dievaluasi usai 3 peserta dalam program tersebut meninggal dunia.

Menurut TB Hasanuddin, evaluasi perlu dilakukan terutama terkait proses pemeriksaan kesehatan peserta sebelum mengikuti pelatihan yang melibatkan aktivitas fisik.

BACA JUGA:Bertambah Satu, Peserta Meninggal saat Latsarmil Kopdes-KNPM Jadi 3 Orang!

"Jadi kalau menurut hemat saya harus dievaluasi, terutama mereka yang mau ikut pelatihan seperti itu harus dicek kesehatannya dengan baik," kata TB Hasanuddin kepada wartawan, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurutnya, calon pengelola koperasi desa dan kampung nelayan boleh-boleh saja mendapat materi soal dasar militer. Namun, ia mengingatkan materi soal pengelolaan koperasi lebih penting.

"Tapi menurut hemat saya, ya belajar baris sih boleh-boleh saja untuk tata tertib ketika mau belajar. Tapi yang paling penting adalah belajar memanage koperasi, itu yang paling penting," ujar dia.

Selain itu, TB Hasanuddin juga mempertanyakan sejauh mana materi kemiliteran diperlukan dalam pelatihan calon manajer koperasi desa dan kampung nelayan.

BACA JUGA:PMJ Minta Ketua BEM FH UBK Bongkar Sosok Polisi Pemberi Uang Rp20 Juta: Harus Spesifik, Dinas di Mana?

Ia mengaku belum mengetahui secara rinci materi yang diberikan dalam program latsarmil tersebut sehingga perlu dilakukan penelusuran lebih lanjut.

"Saya belum tahu materi pelajarannya. Nanti kita tanyakan, apakah itu hanya sebagian kecil, baris-berbaris, pakai helm dan sebagainya, lalu bawa senjata, menembak dan sebagainya, atau hanya itu. Jadi kita harus cek dulu," imbuhnya.

Meski demikian, TB Hasanuddin menilai pelatihan kedisiplinan seperti baris-berbaris masih dapat diberikan dalam batas tertentu untuk mendukung tata tertib peserta selama mengikuti pendidikan.

Namun, menurutnya, fokus utama pelatihan seharusnya berada pada kemampuan mengelola koperasi.

"Menurut hemat saya belajar baris sih boleh-boleh saja untuk tata tertib ketika mau belajar. Tapi yang paling penting adalah belajar memanage koperasi, itu yang paling penting," katanya.

BACA JUGA:Ketua BEM FH UBK Ngaku Diberi Rp20 Juta oleh Polisi, Polda Metro: Siapa Polisinya?

Saat ditanya apakah program tersebut perlu dihentikan sementara, TB Hasanuddin tidak sependapat. Menurutnya, tujuan program untuk menyiapkan manajer koperasi desa tetap baik dan perlu dilanjutkan.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selain Rp153 Miliar, KPK Sita Apartemen hingga Emas Eks Dirut Taspen
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Daftar 11 Rusun yang Akan Dibangun Pemprov DKI Tahun Depan, Mayoritas di Jakut
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Sosok Wanita ASN yang Ditemukan Tewas dalam Mobil Pelat Merah: Pekerja Keras
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Mortal Kombat II Belum Lama Turun dari Bioskop, Kini Sudah Bisa Ditonton di Rumah!
• 2 jam laluintipseleb.com
thumb
Menkes Bongkar Masalah Terbesar Dokter: Bukan Pasien, Tapi Rekan Sejawat!
• 8 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.