jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Gen Z Arwin Welhalmina membela Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait pengakuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) yang menerima sejumlah uang.
Arwin mengatakan bahwa ada upaya-upaya framing negatif dari pihak tertentu kepada Wakil Presiden Gibran.
BACA JUGA: Kunker ke Papua, Wapres Gibran Pilih Geber Yadea Velax H, Lihat Nih
Menurut dia, Gibran saat ini hanya fokus bekerja.
Arwin menyebutkan dana yang diterima oleh Ketua BEM FH UBK tersebut berasal dari pihak lain, yaitu pihak kepolisian saat melakukan pengamanan di lapangan sebelum melakukan aksi demonstrasi, bukan bersumber dari Wapres Gibran ataupun pihak Istana.
BACA JUGA: Kunker Wapres Gibran dan Mahasiswa Disambut Positif Kalangan Akademisi
“Menurut informasi BEM UBK, uang itu diserahkan oleh pihak kepolisian di luar instansi pemerintahan sebelum aksi demonstrasi di depan Istana,” ujar Arwin.
“Pada saat aksi berlangsung perwakilan mahasiswa diundang masuk ke Istana oleh mas wapres untuk melakukan audiensi resmi, menyerap aspirasi tuntutan mahasiswa,” lanjutnya.
BACA JUGA: Dugaan Polisi Beri Rp 20 Juta ke BEM FH UBK, Anggota DPR Minta Diusut Tuntas
Arwin menyayangkan adanya upaya penggiringan opini negatif yang mencoba menggiring nama baik Wakil Presiden dengan tindakan transaksional.
Dia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di Istana murni untuk menyampaikan aspirasi secara langsung atas undangan Gibran, bukan karena pengondisian materi.
Arwin meminta publik untuk jeli dan objektif dalam melihat persoalan ini dan bijak membaca narasi di sosial media dan berita yang serba cepat ini.
“Dengan niat baik Wapres Gibran yang membuka ruang dialog dan mendengarkan mahasiswa dan suara pemuda indonesia," tambah Arwin. (dit/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Sempat Ditemui Wapres, Ketua BEM FH UBK Mengaku Terima Suap, Duitnya dari Polisi
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




