Durasi Jalan Kaki Efektif atasi Darah Tinggi, Cukup 30 Menit

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi hipertensi naik. (Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jalan kaki ternyata menjadi salah satu cara sederhana namun efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Dokter spesialis penyakit dalam, Amit Saraf, mengatakan masyarakat tidak perlu melakukan olahraga berat atau ekstrem untuk memperoleh manfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Baca: Masih Muda tapi Sering Hipertensi? Awas Bisa Picu Gagal Jantung


Menurutnya, sebagian besar orang dewasa cukup melakukan jalan kaki cepat selama 30 menit setiap hari, setidaknya lima kali dalam seminggu. Aktivitas fisik ringan hingga sedang tersebut dinilai mampu membantu mengendalikan tekanan darah sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan.

"Durasi ini setara dengan 150 menit per minggu, yang juga menjadi rekomendasi dasar untuk menjaga kesehatan jantung. Ini sudah cukup untuk memberikan perubahan yang berarti pada tekanan darah," ujar Dr. Amit Saraf dikutip dari Indian Express, Kamis (25/6/2026).

Namun yang tak kalah penting, bukan sekadar kecepatan, melainkan konsistensi dan intensitas. Jalan cepat diartikan sebagai langkah yang mampu meningkatkan detak jantung dan pernapasan, namun masih memungkinkan untuk berbicara.

Jika 30 menit terasa berat, aktivitas ini bisa dipecah menjadi beberapa sesi singkat, misalnya 10 hingga 15 menit dalam sehari. Pola ini tetap efektif selama dilakukan secara rutin.

Bagi penderita tekanan darah tinggi, peningkatan aktivitas fisik sekecil apa pun tetap memberikan manfaat. Sejumlah studi menunjukkan, jalan kaki secara teratur dapat menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 4 hingga 9 mmHg.

"Seiring waktu, kebiasaan ini juga membantu melancarkan sirkulasi darah, menjaga berat badan, serta mengurangi stres, yang semuanya berkontribusi terhadap kontrol tekanan darah yang lebih baik," ujar Dr. Saraf.

Efeknya bisa semakin optimal jika dibarengi kebiasaan sederhana, seperti memilih tangga dibanding lift, berjalan setelah makan, atau menyempatkan diri berjalan santai di sore hari. Aktivitas di luar ruangan, terutama di area hijau, juga dinilai mampu menekan tingkat stres.

"Memulai secara perlahan dan meningkatkan durasi secara bertahap dinilai lebih aman dibanding langsung melakukan olahraga berat," kata ia.

Bagi individu dengan tekanan darah sangat tinggi atau memiliki riwayat penyakit jantung, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai rutinitas olahraga baru.


(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Intip Gemasnya Rio, Bayi Panda Pertama RI Hasil Diplomasi Panda China

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Line-up Pembalap MotoGP 2027: Pedro Acosta Resmi Jadi Tandem Marc Marquez, Periode Silly Season Memanas
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Pengendara Tak Lagi Isi Full Tangki Usai Pertamax Naik: Takut Lebih dari Rp 200.000
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Preview Ekuador vs Jerman: Menjaga Momentum
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Ucapan ‘Emang Gue Pikirin’ Prabowo Bikin X Meledak, Ribuan Netizen Geram
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Beda Langkah dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Cabut Gugatan Praperadilan
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.