Spanyol turut diselimuti gelombang panas yang sedang melanda sebagian besar negara-negara Eropa, hingga memecahkan rekor suhu panas. Sedikitnya 212 orang dilaporkan tewas dalam berbagai insiden terkait gelombang panas di Spanyol.
Data kematian tersebut, seperti dilansir AFP, Kamis (25/6/2026), dilaporkan oleh sebuah lembaga publik yang mencatat kematian terkait gelombang panas di berbagai wilayah Spanyol, antara Minggu (21/6) hingga Rabu (24/6) waktu setempat.
Sistem pemantauan MoMo mengumpulkan statistik kematian harian di Spanyol dan menghitung selisih angka kematian, dengan membandingkannya terhadap tingkat yang diperkirakan, berdasarkan catatan historis.
Badan cuaca nasional Spanyol, AEMET, dalam pernyataan pada Rabu (24/6), seperti dilansir Anadolu Agency, memperingatkan adanya "bahaya serius, bahkan luar biasa" seiring berlanjutnya gelombang panas yang menyelimuti Eropa.
Kondisi paling parah diperkirakan terjadi di wilayah utara Spanyol, di mana penggunaan pendingin udara (AC) masih jarang ditemukan.
Status peringatan merah (red alert) dirilis untuk beberapa wilayah Spanyol bagian utara, dengan suhu udara diperkirakan dapat melonjak hingga 42 derajat Celsius.
Menurut portal properti Idealista, hanya 1-9 persen rumah di wilayah-wilayah tersebut yang memiliki pendingin udara, jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 41 persen.
Suhu udara sangat panas juga menyelimuti sebagian besar wilayah Spanyol, meskipun kondisinya mulai mereda di sepanjang pesisir selatan dan tepi pantai Mediterania.
(nvc/ita)





