Caracas: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa AS siap membantu Venezuela setelah dua gempa bumi besar mengguncang negara Amerika Selatan tersebut dan menyebabkan kerusakan luas.
Melalui platform Truth Social, Trump menyebut kedua gempa tersebut berdampak besar terhadap masyarakat Venezuela. Ia mengatakan pemerintah AS siap memberikan bantuan dan telah menginstruksikan seluruh lembaga federal untuk bersiap bergerak cepat.
“Amerika Serikat siap, bersedia, dan mampu membantu,” ucap Trump, dikutip dari Anadolu, Kamis, 25 Juni 2026.
Trump juga menambahkan bahwa AS akan hadir untuk mendukung rakyat Venezuela dalam menghadapi situasi darurat tersebut.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut menyampaikan belasungkawa kepada para korban. Ia mengatakan AS akan segera mengirim tim pencarian dan penyelamatan, bantuan medis, serta bantuan kemanusiaan atas arahan Presiden Trump.
Sementara itu, Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez menyampaikan terima kasih kepada Trump dan pemerintah AS atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, tawaran bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas bagi rakyat Venezuela yang sedang berduka akibat bencana.
Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), wilayah utara Venezuela diguncang dua gempa besar yang terjadi hampir bersamaan. Gempa pendahulu berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi di dekat San Felipe, ibu kota Negara Bagian Yaracuy, disusul gempa utama berkekuatan magnitudo 7,5 sekitar 40 detik kemudian di tenggara Yumare.
USGS menyebut gempa utama tersebut merupakan yang terbesar yang pernah tercatat di Venezuela dan yang terkuat dalam lebih dari 125 tahun terakhir. Hingga kini, pemerintah Venezuela belum merilis jumlah korban jiwa maupun rincian kerusakan secara resmi.
Pada Rabu malam, 24 Juni 2026, Rodriguez menetapkan status darurat nasional setelah gempa mengguncang pesisir Karibia bagian utara Venezuela. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan luas serta memicu peringatan dan imbauan tsunami di sejumlah wilayah sekitar.
(Keysa Qanita)




