Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (24/6) mengatakan bahwa AS siap membantu Venezuela setelah dua gempa bumi besar mengguncang negara Amerika Selatan tersebut.
“Dua gempa bumi besar yang baru saja menghantam rakyat Venezuela yang luar biasa memiliki skala yang sangat besar dan telah menyebabkan jumlah korban jiwa,” kata Trump melalui platform Truth Social miliknya.
"Amerika Serikat siap, bersedia, dan mampu membantu!,” ujar Trump, sembari menambahkan bahwa dirinya telah menginstruksikan seluruh lembaga federal untuk bersiap bergerak dengan cepat.
“Kami akan hadir untuk sahabat-sahabat baru kami yang hebat," tambahnya.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa Amerika Serikat menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada rakyat Venezuela atas gempa bumi yang dahsyat.
“Hati kami bersama semua yang kehilangan orang-orang tercinta, mereka yang terluka, serta para petugas penyelamat pemberani yang bekerja tanpa lelah setelah kejadian ini,” tulis Rubio di platform X.
“Amerika berdiri bersama rakyat Venezuela di masa sulit ini dan atas arahan Presiden Trump, Departemen Luar Negeri segera mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan, sumber daya medis, serta bantuan kemanusiaan ke Venezuela,” tambahnya.
Menanggapi pernyataan Trump, Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodríguez menyampaikan terima kasih kepada Trump dan pemerintahannya melalui X atas dukungan dan solidaritas yang ditawarkan kepada rakyat Venezuela dalam menghadapi tragedi yang telah membawa negara itu ke dalam suasana berkabung.
Sementara itu, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), wilayah utara Venezuela diguncang oleh rangkaian gempa ganda yang luar biasa.
Badan tersebut menyatakan bahwa gempa pendahuluan berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi di dekat San Felipe, ibu kota negara bagian Yaracuy. Empat puluh detik kemudian, gempa utama berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang wilayah tenggara Yumare.
USGS menyebut gempa utama tersebut sebagai gempa terbesar yang pernah tercatat melanda Venezuela dan yang terkuat dalam lebih dari 125 tahun terakhir. Pihak berwenang belum segera merilis angka resmi korban maupun penilaian kerusakan terperinci.
Rodríguez menetapkan status darurat nasional pada Rabu malam setelah gempa mengguncang pesisir Karibia bagian utara Venezuela, menyebabkan kerusakan luas serta memicu peringatan dan imbauan tsunami di berbagai wilayah kawasan tersebut.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Pakar: Gempa susulan magnitudo 5 berpotensi guncang Venezuela
Baca juga: Lebih 32 orang tewas, 700 terluka akibat gempa Venezuela
Baca juga: Venezuela tetapkan darurat nasional seusai diguncang gempa besar
“Dua gempa bumi besar yang baru saja menghantam rakyat Venezuela yang luar biasa memiliki skala yang sangat besar dan telah menyebabkan jumlah korban jiwa,” kata Trump melalui platform Truth Social miliknya.
"Amerika Serikat siap, bersedia, dan mampu membantu!,” ujar Trump, sembari menambahkan bahwa dirinya telah menginstruksikan seluruh lembaga federal untuk bersiap bergerak dengan cepat.
“Kami akan hadir untuk sahabat-sahabat baru kami yang hebat," tambahnya.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa Amerika Serikat menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada rakyat Venezuela atas gempa bumi yang dahsyat.
“Hati kami bersama semua yang kehilangan orang-orang tercinta, mereka yang terluka, serta para petugas penyelamat pemberani yang bekerja tanpa lelah setelah kejadian ini,” tulis Rubio di platform X.
“Amerika berdiri bersama rakyat Venezuela di masa sulit ini dan atas arahan Presiden Trump, Departemen Luar Negeri segera mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan, sumber daya medis, serta bantuan kemanusiaan ke Venezuela,” tambahnya.
Menanggapi pernyataan Trump, Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodríguez menyampaikan terima kasih kepada Trump dan pemerintahannya melalui X atas dukungan dan solidaritas yang ditawarkan kepada rakyat Venezuela dalam menghadapi tragedi yang telah membawa negara itu ke dalam suasana berkabung.
Sementara itu, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), wilayah utara Venezuela diguncang oleh rangkaian gempa ganda yang luar biasa.
Badan tersebut menyatakan bahwa gempa pendahuluan berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi di dekat San Felipe, ibu kota negara bagian Yaracuy. Empat puluh detik kemudian, gempa utama berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang wilayah tenggara Yumare.
USGS menyebut gempa utama tersebut sebagai gempa terbesar yang pernah tercatat melanda Venezuela dan yang terkuat dalam lebih dari 125 tahun terakhir. Pihak berwenang belum segera merilis angka resmi korban maupun penilaian kerusakan terperinci.
Rodríguez menetapkan status darurat nasional pada Rabu malam setelah gempa mengguncang pesisir Karibia bagian utara Venezuela, menyebabkan kerusakan luas serta memicu peringatan dan imbauan tsunami di berbagai wilayah kawasan tersebut.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Pakar: Gempa susulan magnitudo 5 berpotensi guncang Venezuela
Baca juga: Lebih 32 orang tewas, 700 terluka akibat gempa Venezuela
Baca juga: Venezuela tetapkan darurat nasional seusai diguncang gempa besar





