REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih tim nasional Maroko Mohamed Ouahbi menegaskan target tinggi bagi timnya setelah memastikan tempat pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Menurut dia, Singa Atlas memiliki kualitas dan mentalitas yang cukup untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia.
Maroko menuntaskan fase grup dengan kemenangan 4-2 atas Haiti di Stadion Atlanta, AS, Kamis (25/6/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut memastikan wakil Afrika Utara itu melaju ke fase gugur tanpa terkalahkan. Mereka hanya kalah selisih gol dari Brasil yang keluar sebagai juara Grup C.
Baca Juga
Brasil Juara Grup C Usai Bekuk Skotlandia, Maroko Menyusul ke Babak 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Skotlandia vs Maroko di Piala Dunia 2026: Turunkan Kekuatan Terbaik
Maroko di Piala Dunia 2026: Saat Rekrutmen Diaspora Jadi Pilar Utama Pembangunan Timnas
Kepercayaan diri Ouahbi lahir dari perkembangan pesat yang diperlihatkan Maroko dalam beberapa tahun terakhir. Setelah mencatat sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar, Maroko kini merasa mampu melangkah lebih jauh.
"Kami telah memasuki dimensi yang benar-benar baru. Para pemain dan suporter percaya kepada tim mereka, dan para lawan juga menghormati tim kami," kata Ouahbi seperti dikutip dari NDTV Sports.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pelatih berusia 49 tahun itu menilai pencapaian tersebut seharusnya menjadi pijakan untuk membidik target yang lebih ambisius. Ia meminta para pemainnya berani bermimpi menjadi negara Afrika pertama yang mengangkat trofi Piala Dunia.
"Kami harus percaya pada tujuan ini, target ini, yaitu menjuarai Piala Dunia. Kami harus memberikan segalanya, menghormati lawan, dan berkomitmen 100 persen terhadap ambisi tersebut," ujar Ouahbi.
Optimisme itu juga didasarkan pada kualitas skuad yang dimiliki Maroko saat ini. Ouahbi, yang sebelumnya membawa negaranya menjuarai Piala Dunia U-20, menegaskan keyakinannya terhadap kemampuan para pemain dan staf pelatih.
"Saya sangat percaya pada pekerjaan saya dan pekerjaan staf pelatih saya. Kami memiliki semua modal untuk menjadi negara terbaik," katanya.
Karakter pantang menyerah kembali terlihat saat menghadapi Haiti. Maroko sempat tertinggal dua kali, tetapi mampu bangkit dan membalikkan keadaan untuk mengamankan kemenangan. Mentalitas seperti itu menjadi salah satu faktor yang membuat Singa Atlas semakin diperhitungkan di panggung internasional.