Merdeka Gold Resources mencatatkan debut perdagangan yang relatif lesu di Bursa Hong Kong pada Jumat (26/6/2026).
IDXChannel - Merdeka Gold Resources mencatatkan debut perdagangan yang relatif lesu di Bursa Hong Kong pada Jumat (26/6/2026).
Produsen emas tersebut memanfaatkan pasar modal Hong Kong yang kembali bergairah untuk memperluas basis investornya.
Saham berbentuk Hong Kong depositary receipts (HDR) dengan kode MERDEKAGOLD-DRS (6228) dibuka pada level 26,60 dolar Hong Kong per unit, sama dengan harga penawaran perdana. Namun, pergerakan saham cenderung terbatas.
Setelah sempat menguat 1,1 persen, saham tersebut berbalik melemah hingga 9,5 persen.
Pada perdagangan pukul 11.14 WIB, tekanan jual mulai mereda, saham tercatat turun 5,64 persen ke level 25,10 dolar Hong Kong.
Aksi pencatatan sekunder ini berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong.
Menurut catatan Dow Jones Newswires, dalam beberapa tahun terakhir, hanya sekitar selusin perusahaan non-China atau nonlokal yang melakukan penawaran saham di bursa tersebut.
Pada 2025, Hong Kong kembali menjadi salah satu pusat IPO terbesar dunia, didorong oleh gelombang pencatatan perusahaan berbasis China.
Merdeka Gold Resources (kode BEI: EMAS), yang merupakan anak usaha kelompok usaha tambang Indonesia Merdeka Copper Gold (MDKA), mencatatkan penerimaan bersih (net proceed) sekitar 2,27 miliar dolar Hong Kong (sekitar sekitar Rp5,20 triliun) atau setara dengan USD289,5 juta dari transaksi tersebut.
Dalam penawaran umum di Hong Kong, sebanyak 9 juta HDR Merdeka Gold Resources mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 4,42 kali. Sementara itu, sebanyak 80,7 juta HDR yang ditawarkan melalui jalur internasional mengalami kelebihan permintaan hingga 7,67 kali.
Seluruh saham dalam transaksi tersebut berasal dari penjualan pemegang saham lama. Dengan demikian, Merdeka Gold Resources tidak memperoleh dana langsung dari aksi pencatatan tersebut.
Pencatatan di Hong Kong dilakukan saat perusahaan tengah mengembangkan proyek tambang emas Pani di Indonesia. Merdeka Gold Resources menyebut proyek tersebut berpotensi menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia.
Tambang terbuka (open-pit) Pani telah memasuki tahap produksi awal setelah menghasilkan emas pertama pada kuartal I-2026.
Perusahaan memperkirakan tambang tersebut memiliki potensi produksi puncak sekitar 500.000 ons emas per tahun ketika beroperasi dengan kapasitas penuh.
Sementara, di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham EMAS juga merosot 11,70 persen ke Rp6.200 per unit, seiring Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam 2,64 persen ke 5.840. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.




