KARAKAS, KOMPAS.TV - Gempa ganda yang melanda Venezuela pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 164 orang dan menimbulkan 971 korban luka. Seluruh wilayah Venezuela dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa ganda tersebut.
Plt. Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menyatakan korban jiwa berpotensi bertambah karena operasi pencarian masih dilakukan. Jumlah korban di Negara Bagian La Guaira yang disebut menjadi daerah terdampak paling parah, juga belum tercatat.
Menurut laporan Survei Geologi AS (USGS), gempa dengan magnitudo 7,2 melanda dengan episentrum di dekat Moron pada pukul 18.00 waktu setempat. Gempa tersebut berhiposentrum 22 km di bawah permukaan tanah.
Satu menit kemudian, gempa berkekuatan 7,5 M melanda dengan episentrum berdekatan. Gempa kedua dilaporkan berhiposentrum 10 km di bawah permukaan tanah.
Baca Juga: 32 Orang Tewas dalam Gempa Venezuela, AS Segera Kirim Bantuan
"Puluhan bangunan runtuh (di La Guaira), sekitar 30 kilometer utara Caracas. Kami sedang melakukan operasi penyelamatan intensif untuk menyelamatkan jiwa," kata Rodriguez, dikutip Associated Press.
Gempa ganda tersebut dilaporkan menjadi salah satu gempa terkuat di Venezeula dalam kurun 100 tahun terakhir.
Guncangan dirasakan hingga Negara Bagian Amazon, Brasil, atau sekitar 1.700 kilometer dari episentrum.
Berbagai negara telah menawarkan bantuan internasional usai Venezuela diguncang gempa. Negara-negara Amerika Latin seperti Argentina, Cile, Panama, dan Uruguay, dilaporkan menawarkan bantuan.
Sementara itu, Presiden Ekuador Daniel Noboa menyatakan telah memerintahkan pengiriman bantuan ke negara tetangganya tersebut. Presiden Bolivia Rodrigo Paz juga menyatakan pemerintahannya siap mengirim bantuan.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : The Associated Press
- gempa venezuela
- gempa ganda venezuela
- korban gempa venezuela
- gempa ganda
- venezuela
- amerika latin





