Pria di Asahan Ditemukan Tergantung, Ada Luka Memar di Tubuh

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Seorang pria bernama Safi'i ditemukan tergantung di gorden jendela kamar rumahnya di Dusun 4, Desa Perkebunan Bandar Selamat, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Sumut, Selasa (2/6).

Safi'i ditemukan tewas dengan luka memar di bagian tubuhnya. Keluarga curiga bahwa korban tidak gantung diri.

Teguh, abang kandung korban, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh Kepala Dusun (Kadus) bernama Suriyadi dan seorang wanita. Korban yang telah meninggal dunia kemudian dibawa ke puskesmas.

Berdasarkan keterangan Suriyadi, Teguh mengatakan, korban disebut bunuh diri. Namun, ia tidak mempercayai itu. Ia curiga karena korban langsung dibawa ke puskesmas saat ditemukan bukan menghubungi polisi.

"Yang bilang bunuh diri itu Kadus. Terus dibawa ke puskesmas. Pulang dari puskesmas, singgah ke rumah adik saya (yang lain), mengatakan adik saya bunuh diri," kata Teguh saat ditemui di Polda Sumut, Kamis (25/6).

Teguh mengenal korban adalah sosok yang baik. Korban berjualan martabak di sekitar rumahnya. Sehingga Teguh merasa curiga atas kematian adik kandungnya.

"Ada ceritanya simpang siur. Karena dia sehari-harinya jualan martabak, tiba-tiba meninggal," ucap Teguh.

Kecurigaan makin kuat karena tidak ada bukti tali untuk bunuh diri yang ditunjukkan ke keluarga. Kabar meninggal dunia juga didapat setelah korban berada di puskesmas.

"Enggak ada (diperlihatkan talinya). Katanya tali kecil, tali nilon gitu. Enggak ada ditunjukkan ke keluarga," ujar Teguh.

"(Dapat kabar sudah meninggal) waktu mereka belum pulang dari puskesmas. Itu jam 6 sore lewat, hampir maghrib, saya ditelepon. Ditelepon bahwasanya adik saya sudah meninggal," sambung Teguh.

Luka Memar di Dada

Menurut Teguh, korban ditemukan luka memar di bagian dada sebelah kiri dan bekas jeratan di leher, sehingga membuat kecurigaan keluarga pada kematian korban. Ia pun meminta agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kematian korban.

"Curiganya itulah karena ada memar di dada itu. Di dada sebelah kiri ada memar. Itu yang tahu, orang yang memandikannya. Kemudian ada jeratan di leher. Jadi kami bertanya-tanya, bagaimana kronologinya kenapa bisa gitu. Jadi kami mohon yang berwajib ini untuk mengusutnya," jelas Teguh.

Menurut Teguh, polisi tidak memeriksa kematian korban. Selain itu kepala dusun juga tidak melaporkan temuan tersebut ke polisi.

"Enggak ada (polisi datang). Saya kan tinggal di Aceh. Saya ke situ, mayatnya sudah dimandikan. Enggak ada (kadus lapor ke polsek)," imbuh Teguh.

Kasus ini lalu dilaporkan keluarga ke Polda Sumut. Laporan polisi tersebut teregister dengan nomor: STTLP/B/1010/VI/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA, tertanggal 25 Juni 2026.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan kini dalam penyelidikan.

"Pihak kepolisian pasti akan tetap mencari tahu dengan penyelesaian scientific investigation. Kita akan berusaha mengungkap itu. Kalau dia meninggal atau apa kemungkinan-kemungkinannya, kita dalami," kata Ferry, saat dihubungi, Kamis (25/6).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Garuda Indonesia Menambah Armada untuk Perkuat Layanan Haji dan Umrah, Bidik 50 Persen Pasar Jamaah Umrah
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Hasil Bosnia vs Qatar: Zmajevi Jaga Mimpi ke 32 Besar dan Kirim The Maroons Pulang
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Jalani Sidang Perdana Kasus Suap, Eks Ketua Ombudsman: Mohon Doanya
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Kejagung Ungkap Mesin Baru Pengembalian Uang Negara
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Jasa Marga Perkuat Komitmen Green Toll Road, Wujudkan Rest Area Berkelanjutan
• 5 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.