Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengusulkan penggunaan e-paspor bagi seluruh jamaah haji asal kabupaten dan kota provinsi tersebut.
"Ke depan, saya berharap semakin banyak inovasi dalam pelayanan haji di DIY, misalnya kalau bisa jamaah haji DIY bisa seragam pakai e-paspor," kata Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Yogyakarta, Kamis.
Baca juga: Kemenag mulai urus dokumen jamaah untuk proses visa haji
Pada pertemuan dengan pimpinan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Wagub mengatakan penggunaan e-paspor bagi jamaah haji dapat mempercepat pelayanan imigrasi para jamaah, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi.
"Karenanya, saya meminta tolong untuk bisa menciptakan metodologi yang tujuannya memberikan kemudahan pelaksanaan. Saya kira hal ini dapat dilakukan meski memang tidak ada instruksi dari pusat," katanya.
Sebab, kata Wagub, dengan pelayanan yang lebih cepat, jamaah tentu akan merasa lebih nyaman dan juga dapat menghemat waktu.
"Justru dari DIY bisa jadi pelopor, demi kemudahan petugas dan kenyamanan jamaah," kata Sri Paduka.
Pemda DIY juga mengusulkan para jamaah haji dapat dibekali dengan materi-materi pengenalan teknologi digital pada kegiatan sebelum keberangkatan.
Materi tersebut termasuk informasi apa yang harus dilakukan dan diperhatikan, seperti gelang QRIS dan kalung ID yang tidak boleh dilepas.
Baca juga: Kemenag rilis e-Book manasik haji yang tak hanya bermuatan fikih
Baca juga: Kartu Shar-E Debit Muamalat fasilitasi transaksi jemaah di Tanah Suci
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj DIY Silvia Rosetti mengatakan penyelenggaraan haji untuk embarkasi Yogyakarta Internasional Airport (YIA) saat ini sedang dalam proses kepulangan jamaah.
Menurut dia, kepulangan sebanyak 26 kloter jamaah haji asal DIY melalui embarkasi YIA telah dimulai sejak 1 Juni, dan akan berakhir pada 30 Juni 2026.
"Sampai saat ini, jamaah haji DIY yang telah pulang ada 19 kloter dengan jumlah 6.811 jamaah. Alhamdulillah semua proses kepulangan berjalan lancar. Kami berharap Pak Wagub bisa ikut menyambut kepulangan para jamaah kloter terakhir nantinya," katanya.
"Ke depan, saya berharap semakin banyak inovasi dalam pelayanan haji di DIY, misalnya kalau bisa jamaah haji DIY bisa seragam pakai e-paspor," kata Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Yogyakarta, Kamis.
Baca juga: Kemenag mulai urus dokumen jamaah untuk proses visa haji
Pada pertemuan dengan pimpinan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Wagub mengatakan penggunaan e-paspor bagi jamaah haji dapat mempercepat pelayanan imigrasi para jamaah, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi.
"Karenanya, saya meminta tolong untuk bisa menciptakan metodologi yang tujuannya memberikan kemudahan pelaksanaan. Saya kira hal ini dapat dilakukan meski memang tidak ada instruksi dari pusat," katanya.
Sebab, kata Wagub, dengan pelayanan yang lebih cepat, jamaah tentu akan merasa lebih nyaman dan juga dapat menghemat waktu.
"Justru dari DIY bisa jadi pelopor, demi kemudahan petugas dan kenyamanan jamaah," kata Sri Paduka.
Pemda DIY juga mengusulkan para jamaah haji dapat dibekali dengan materi-materi pengenalan teknologi digital pada kegiatan sebelum keberangkatan.
Materi tersebut termasuk informasi apa yang harus dilakukan dan diperhatikan, seperti gelang QRIS dan kalung ID yang tidak boleh dilepas.
Baca juga: Kemenag rilis e-Book manasik haji yang tak hanya bermuatan fikih
Baca juga: Kartu Shar-E Debit Muamalat fasilitasi transaksi jemaah di Tanah Suci
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj DIY Silvia Rosetti mengatakan penyelenggaraan haji untuk embarkasi Yogyakarta Internasional Airport (YIA) saat ini sedang dalam proses kepulangan jamaah.
Menurut dia, kepulangan sebanyak 26 kloter jamaah haji asal DIY melalui embarkasi YIA telah dimulai sejak 1 Juni, dan akan berakhir pada 30 Juni 2026.
"Sampai saat ini, jamaah haji DIY yang telah pulang ada 19 kloter dengan jumlah 6.811 jamaah. Alhamdulillah semua proses kepulangan berjalan lancar. Kami berharap Pak Wagub bisa ikut menyambut kepulangan para jamaah kloter terakhir nantinya," katanya.





