Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pelayaran aman melalui Selat Hormuz hanya bisa dilakukan melalui rute yang telah disetujui Teheran.
Pernyataan itu disampaikan IRGC pada Kamis (24/6/2026) dini hari, menyusul adanya peringatan kepada kapal-kapal agar tidak menggunakan jalur pelayaran baru yang diumumkan tanpa koordinasi dengan Iran.
Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi IRNA, Angkatan Laut IRGC menyebut setiap rute baru melalui jalur strategis tersebut yang dibuat tanpa sepengetahuan atau koordinasi dengan Iran sebagai langkah yang “tidak dapat diterima” dan “sepenuhnya berbahaya”.
“Satu-satunya rute resmi untuk melintas melalui Selat Hormuz adalah rute yang diumumkan oleh Republik Islam Iran,” kata IRGC seperti dikutip laporan Anadolu.
IRGC juga menegaskan, kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz wajib berkoordinasi dengan pasukan angkatan laut Iran, melalui kanal maritim internasional Channel 16. IRGC memperingatkan, kapal yang melanggar ketentuan tersebut akan dikenakan tindakan.
Sebelumnya, Donald Trump Presiden Amerika Serikat dan Masoud Pezeshkian Presiden Iran menandatangani memorandum kesepahaman secara elektronik pada 17 Juni. Kesepakatan itu bertujuan mengakhiri perang antara kedua negara dan mencapai perjanjian damai yang bertahan lama.
Sementara Selat Hormuz sendiri berada dalam situasi ketegangan, sejak sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan itu memicu balasan dari Teheran terhadap aset-aset Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Gencatan senjata kemudian mulai berlaku pada 8 April. (bil/ham)




