Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sukses tampil sebagai motor penggerak utama (top performer) dengan mencatatkan lonjakan harga hingga 5 persen.
IDXChannel - Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sukses tampil sebagai motor penggerak utama (top performer) dengan mencatatkan lonjakan harga hingga 5 persen di tengah aksi borong saham oleh para investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang perdagangan hari ini.
Sejalan dengan saham BRIS, setelah sempat tertekan dan memerah pada hari sebelumnya, sektor perbankan langsung bergerak bangkit (rebound).
Investor Relation BSI (BRIS) Rizky Budinanda mengatakan, sebagai institusi perbankan syariah terbesar di Tanah Air, BSI mengemban mandat strategis dalam memperdalam penetrasi produk keuangan berbasis syariah di pasar domestik.
"Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BRIS memainkan peran strategis dalam mendorong penetrasi keuangan syariah nasional. Pangsa pasar perbankan syariah terhadap total industri perbankan terus meningkat, dan BRIS menjadi lokomotif utama pertumbuhan tersebut; baik dari sisi aset, pembiayaan, maupun jumlah nasabah," ujar Rizky dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Lebih lanjut, Rizky menuturkan, lompatan kinerja yang ditorehkan BSI saat ini berada di jalur yang searah dengan peta jalan kebijakan ekonomi makro bentukan pemerintah.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, penguatan ekosistem ekonomi syariah diangkat menjadi salah satu pilar krusial dalam program prioritas Asta Cita. Pemerintah berkomitmen mengoptimalkan peran strategis BSI untuk memperluas jangkauan pembiayaan produktif ke sektor ekonomi riil.
"Momentum ini juga sejalan dengan agenda besar pemerintah. Program Asta Cita Presiden Prabowo menempatkan penguatan ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pembangunan nasional, termasuk melalui optimalisasi peran BRIS dalam menyalurkan pembiayaan produktif, serta memperluas akses keuangan bagi pelaku UMKM dan masyarakat pedesaan," kata dia.
Apresiasi pasar terhadap emiten berkode BRIS ini disokong penuh oleh posisi fundamental perseroan yang sangat tangguh. Berdasarkan laporan kinerja per Mei 2026, keran penyaluran pembiayaan BSI terus melaju kencang, terutama didominasi oleh performa segmen konsumer.
Pertumbuhan ekspansif tersebut berjalan selaras dengan kualitas aset yang berada dalam kondisi sangat sehat, yang tecermin dari rasio Cost of Credit (CoC) di level 0,66 persen serta tingkat Non-Performing Loan (NPL) yang aman di angka 1,8 persen.
Dari sisi pengelolaan modal, likuiditas BSI terpantau masih sangat longgar dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) bertahan di bawah level 90 persen.
Keandalan ini kian kokoh berkat efisiensi penghimpunan dana murah berbasis syariah yang sukses menekan Cost of Fund (CoF) BRIS ke salah satu level paling kompetitif dan terendah di industri perbankan nasional.
Perlu diketahui, pada penutupan perdagangan, saham BRIS ditutup naik 5 persen ke level Rp1.785 per saham. Saham Himbara lainnya seperti BBRI juga naik 1,42 persen ke Rp2.850, BMRI terpantau menguat 0,76 persen ke Rp4.000 dan BBNI melonjak 0,90 persen ke level Rp3.350.
Hal tersebut sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ke zona hijau pada sesi terakhir perdagangan hari ini, di mana berakhir naik 115,16 poin atau 1,96 persen ke level 5.999.
(Dhera Arizona)





