Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyelenggarakan forum Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta Selatan untuk mempercepat transformasi digital nasional. Forum ini menghasilkan delapan paket kolaborasi strategis guna memperkuat konektivitas, perlindungan konsumen digital, serta pengembangan inovasi dan talenta digital demi mewujudkan ekosistem digital Indonesia yang aman, inklusif, dan berdaya saing global.
Melalui forum DEAL 2026, Kemkomdigi bersama para pemangku kepentingan mendeklarasikan delapan paket kolaborasi. Paket-paket tersebut mencakup sejumlah poin krusial, di antaranya penguatan konektivitas telekomunikasi, perlindungan konsumen digital, hingga pengembangan inovasi dan teknopreneur di Tanah Air.
Saat ini, Indonesia memegang posisi sebagai kekuatan digital produktif yang signifikan dengan total 230 juta pengguna internet. Kontribusi ekonomi digital Indonesia bahkan telah mencapai sepertiga dari total ekonomi digital di ASEAN, dengan nilai proyeksi yang fantastis yakni sebesar USD180 miliar pada 2030 mendatang.
Baca juga: Literasi Digital Dinilai Perlu Cara Baru untuk Hadapi Era AI
Namun, di tengah potensi tersebut, pemerataan adopsi digital masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Data mencatat bahwa sekitar 19% penduduk Indonesia atau sekitar 3.000 desa belum tersentuh sinyal internet.
Pemerataan ini dinilai sangat penting agar seluruh lapisan masyarakat mendapatkan kesempatan ekonomi yang setara. Termasuk dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kini bukan identik dengan kejahatan siber, melainkan sebagai alat bantu pekerjaan manusia yang produktif.
Melalui delapan poin deklarasi di forum DEAL 2026, diharapkan dapat menjadi jembatan pengembangan teknologi yang inklusif yang menguatkan negara, industri dan masyarakat.




