Cak Imin Sebut Prabowo Sedang Buka Jalan Baru Pembangunan Ekonomi Rakyat

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyebut Presiden RI Prabowo Subianto sedang membuka jalan baru pembangunan ekonomi rakyat.

Menko PM yang karib disapa Cak Imin ini menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat agar tidak ada lagi rakyat miskin di Indonesia.

"Dengan pola baru, cara kerja yang baru, pendekatan baru, kita sedang bekerja keras untuk usaha kecil menegah naik kelas dan harus didaftarkan menjadi bagian baru agar terbangun ekosistem," tutur Cak Imin saat ditemui di Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026).

Baca juga: Cak Imin: Potensi Hilirisasi Gula Kelapa Banyumas Bisa Jadi Solusi Atasi Kemiskinan

Cak Imin mengatakan, ekosistem yang terbangun nanti diyakini dapat menanggulani pengangguran dan meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat.

"Potensi ekonomi yang besar itu, kata kuncinya adalah pemerintah (yang memberikan bantuan) tepat sasaran dan menentukan skala prioritas," ucapnya.

Menurut Cak Imin, Prabowo adalah satu-satunya presiden yang mencari jalan baru selama 25 tahun terakhir.

"Pak Presiden adalah satu-satunya Presiden mencari jalan baru dibanding 25 tahun terakhir, kita ini cari jalan baru, jalan baru yang bisa menerobos," imbuhnya.

Baca juga: Cak Imin Ingatkan PMI Tidak Berfoya-foya, Gunakan Uang untuk Masa Depan

Salah satu tugas penting dari pemerintah saat ini adalah pembangunan ekosistem yang merata, termasuk kemandirian peternak.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Cak Imin menyebut, Prabowo berkomitmen untuk bekerja all-out menghentikan ketergantungan impor.

"Tidak mudah, tidak mudah perubahan pola ini jujur saja. Perubahan pola yang menggantingkan nasib pada barang-barang impor untuk bahan baru produksi harus diakhiri," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Surge (WIFI) Gandeng FiberHome, Bidik 1,6 Juta Perangkat Internet Rumah
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Satu Dekade 70mai, A800SE-4G jadi Andalan Terbarunya
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Trump sebut AS siap bantu Venezuela setelah gempa bumi besar
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Jokowi Kerap Dikaitkan dengan Sejumlah Kontroversi, Gus Din: Beliau itu Magnet!
• 10 jam lalucumicumi.com
thumb
Polisi Temukan Sejumlah Luka di Tubuh Wanita ASN Tewas di Mobil Pelat Merah
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.