Soal Dalang yang Biayai Demo, Mahfud MD: Omongin Saja Terang-terangan Jika Punya Bukti

republika.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Mantan menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD ikut berkomentar tentang pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku tahu tentang dalang yang membiayai demonstrasi. Menurut Mahfud, sebaiknya Presiden Prabowo mengungkap secara blak-blakan pihak yang diduga membiayai aksi demonstrasi jika memang memiliki informasi dan bukti terkait hal tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Mahfud untuk menanggapi pidato Prabowo yang mengaku mengetahui ada pihak-pihak yang membayar demonstran untuk turun ke jalan belakangan ini. "Mestinya ya Pak Prabowo ungkapkan aja siapa sih yang dibayar, siapa yang membayar," kata Mahfud usai peluncuran buku Politik Hukum di Indonesia edisi ke-13 di Yogyakarta, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga
  • Mahasiswa UBK Mengaku Terima Rp 20 Juta dari Polisi, Rektorat Bakal Telusuri yang Terlibat
  • Ratusan Mahasiswa PMII Jateng Demo, Suarakan Sejumlah Tuntutan Termasuk Minta MBG Dievaluasi
  • Rektorat UBK Akui Ketua BEM FH Terima Duit Rp 20 Juta Sebelum Demo, Disebut Diserahkan oleh Aparat
Menurut Mahfud, tudingan mengenai adanya demonstrasi bayaran seharusnya disertai penjelasan yang jelas mengenai pihak yang terlibat. Ia menilai pernyataan yang hanya menyebut adanya demonstran bayaran tanpa mengungkap aktor di belakangnya tidak akan memberikan manfaat bagi perbaikan situasi.

"Harusnya diomongin aja terang-terangan lah. Ini, BEM ini dibayar ini, ini yang bayar kan gitu," ujarnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Mahfud membandingkan tudingan tersebut dengan kritik yang selama ini disampaikan mahasiswa kepada pemerintah. Menurutnya, mahasiswa umumnya menyampaikan kritik secara terbuka dengan menyebut persoalan, kebijakan, maupun institusi yang menjadi sasaran kritik.

"Kayak mahasiswa kan jelas, ini salahnya di sini lho pemerintah disebut, pemerintahnya disebut, kebijakannya. Kalau hanya bilang mahasiswa dibayar, terus siapa yang mau diperbaiki di tengah kita? Kalau mahasiswa jelas kan kalau kritik pemerintah nyebut kasusnya, MBG, korupsinya sekian, ini sekian, ini ini, kan disebut, ini pelakunya, kan gitu, ini institusinya," ungkapnya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nilai Persepsi Publik Menanjak, Pembuktian Menanti Polri
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Sekjen PBB ingatkan multilateralisme hadapi tantangan serius
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Kemenhaj Tak Mau Beratkan Jemaah soal Setoran Awal Haji
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bahlil Sebut Uji Coba CNG 3 Kg Masuk Tahap Ketiga, Rampung Juli-Agustus
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Menbud Fadli Zon Dorong JAFF Market Menjadi Pasar Film Bertaraf Internasional
• 16 menit lalupantau.com
Berhasil disimpan.