Dari Banyumas ke Chicago, Gula Kelapa Indonesia Tembus 56 Negara

suarasurabaya.net
17 jam lalu
Cover Berita

Permintaan gula kelapa Indonesia di pasar global terus menguat. Budi Santoso Menteri Perdagangan (Mendag) mengatakan, permintaan gula kelapa dari Banyumas, Jawa Tengah telah menembus 56 negara di Amerika, Eropa, Asia, Afrika, dan Australia.

Terbaru, Budi ikut melepas pengiriman 20 ton gula kelapa senilai 46 ribu US dolar atau sekitar Rp822 juta ke Chicago, Amerika Serikat. Katanya Negeri Paman Sam bersama negara-negara Eropa menjadi pasar utama produk tersebut.

“Kami ingin tumbuh bersama-sama dan meningkatkan ekspor komoditas unggulan daerah. Salah satunya, dengan Kabupaten Banyumas untuk meningkatkan ekspor gula kelapa ke berbagai negara. Pelaku usaha silakan memanfaatkan berbagai fasilitas perdagangan untuk memperoleh keuntungan dan mengembangkan usaha,” kata Budi Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026).

Kemendag mencatat ekspor produk gula Indonesia tumbuh rata-rata 9,61 persen sepanjang 2021-2025. Pada Januari-April 2026, nilainya mencapai USD42,67 juta, melonjak 45,97 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Budi Santoso menilai keberhasilan gula kelapa Banyumas menembus puluhan negara menunjukkan komoditas daerah memiliki peluang besar di pasar internasional. Menurut dia, pelaku usaha dapat memanfaatkan berbagai fasilitas perdagangan yang disediakan pemerintah untuk memperluas akses pasar ekspor.

“Melalui jaringan 46 perwakilan perdagangan RI yang tersebar di 33 negara tujuan ekspor. Para perwakilan perdagangan dapat mendampingi pelaku usaha dalam penjajakan bisnis (business matching) daring dan luring maupun promosi dalam bentuk pameran dan misi dagang. Pelaku usaha juga dapat memanfaatkan kantor perwakilan perdagangan sebagai ruang promosi dan pertemuan langsung dengan buyer potensial,” ujarnya.

Sepanjang Januari–Mei 2026, Kemendag telah memfasilitasi 621 pelaku usaha dalam business matching. Terlaksana 333 kegiatan business matching, yang terdiri atas 168 sesi presentasi bisnis (pitching) dan 165 sesi temu bisnis dengan buyer berbagai negara.

“Selama periode tersebut, business matching menghasilkan potensi transaksi sebesar USD 193,88 juta. Produk-produk yang diminati, antara lain, makanan olahan, rempah, boga bahari, kopi, cokelat, dekorasi rumah (home decor), sabun, cocopeat, produk plastik, dan minyak kelapa sawit (CPO),” pungkasnya.(lea/bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peluncuran Panda Bonds Dipastikan Sesuai Jadwal
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ngaku Nyesal, Paddy Pimblett Bongkar Faktor di Balik Kekalahan dari Justin Gaethje
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Sekutu AS di Arab Cemas, Deal Trump-Iran Bisa Jadi Sumber Masalah Baru
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Paus Leo Kirim Bantuan USD 114 Ribu untuk Korban Gempa Kembar Venezuela
• 17 jam laludetik.com
thumb
Penjual Airgun di Priok Jakut Cuan Ratusan Juta, Pemasok Diburu Polisi
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.