Aksi Nyata Kepedulian, Kemenag dan Mitra Filantropi Salurkan Bantuan Rp23,5 Miliar

disway.id
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Agama (Kemenag) bersama berbagai mitra filantropi menghimpun dan menyalurkan bantuan senilai Rp23,5 miliar kepada anak yatim dan penyandang disabilitas dalam peringatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H. 

Program yang digelar di Auditorium H.M. Rasjidi Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (25/6/2026), itu melibatkan kolaborasi lintas sektor dari BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI), perbankan syariah, serta berbagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS).

BACA JUGA:Pasar Diperluas, Bintang Arak Jeruk & Madu Bikin Momen Nongkrong Bareng Teman Jadi Lebih Seru

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, peringatan 10 Muharam perlu dimaknai sebagai momentum menghadirkan kepedulian yang nyata kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan. 

Menurutnya, nilai utama yang harus dikedepankan adalah pembebasan anak-anak dari berbagai kesulitan hidup yang mereka hadapi.

“Mari kita jadikan 10 Muharam ini sebagai hari pembebasan bagi kelompok anak yatim dan kelompok yang membutuhkan perhatian. Kita bebaskan mereka dari berbagai kesulitan hidup, kegalauan, dan penderitaan yang mereka alami,” ujar Menag.

BACA JUGA:Menag Canangkan 10 Muharam sebagai Lebaran Anak Yatim dan Disabilitas

Menag menilai kepedulian kepada anak yatim dan penyandang disabilitas tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan sesaat. 

Lebih dari itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk membuka akses pendidikan, pengembangan diri, serta ruang partisipasi yang lebih luas bagi mereka.

Menag juga mengajak masyarakat menjadikan Lebaran Yatim sebagai tradisi sosial yang terus berkembang di Indonesia. 

Ia menyebut peringatan 10 Muharam dapat menjadi sarana memperkuat solidaritas dan memperluas manfaat bagi kelompok rentan.

BACA JUGA:SATU Indonesia Awards 2026 Hadir di Makassar: Ajang Cari Agen Perubahan dari Indonesia Timur

“Kalau kita menjadi orang yang lapang dada, maka seluruh dendam akan terkubur, seluruh sakit hati akan terobati, dan berbagai persoalan dapat diselesaikan. Itulah makna lebaran yang sesungguhnya,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan, Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan santunan, tetapi sebagai ekosistem apresiasi dan pemberdayaan terpadu bagi anak yatim dan penyandang disabilitas.

Menurut Abu, pendekatan yang digunakan tahun ini menempatkan anak-anak sebagai subjek kegiatan. 

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SMKN 61 Jakarta Kepulauan Seribu Cetak SDM Maritim Unggul & Berkelas Dunia
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Siapkah UMKM Menjadi Penggerak Program "Desa BISA Ekspor"?
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Harga Mobil Bekas Daihatsu Luxio Juni 2026
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Rusak Ditabrak Truk, Transjakarta Pastikan Halte Tebet Eco Park Tetap Layani Pelanggan
• 22 jam laludisway.id
thumb
Rupiah Melemah Hampir ke Rp 18.000 Meski Pemerintah Tebar Optimisme soal Pasokan Minyak & Ekonomi RI
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.