Caracas: Pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional setelah dua gempa kuat mengguncang pesisir utara negara itu pada Rabu malam, 24 Juni 2026. Kebijakan tersebut diambil untuk mempercepat pengerahan sumber daya dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban.
Pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan pemerintah memberlakukan status darurat guna memperlancar koordinasi penanganan bencana di wilayah terdampak.
"Kami secara resmi menerapkan status darurat nasional untuk mempercepat pengerahan sumber daya penyelamatan," kata Rodriguez dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, dikutip dari Yeni Safak.
Ia mengatakan gempa menyebabkan gangguan besar pada jaringan transportasi. Bandara Internasional Simon Bolivar di Maiquetia juga ditutup hingga waktu yang belum ditentukan akibat kerusakan parah pada terminal utama dan landasan pacu.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang wilayah dekat San Felipe, ibu kota Negara Bagian Yaracuy. Sekitar 40 detik kemudian, gempa berkekuatan magnitudo 7,5 kembali terjadi di dekat Yumare dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.
Menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa bumi tersebut merupakan yang terbesar melanda Venezuela dalam lebih dari 125 tahun terakhir. Pemerintah Kerahkan Tim Penyelamat Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello mengatakan guncangan kuat menyebabkan rumah dan gedung runtuh di berbagai wilayah Caracas.
Ia menyebut kawasan Altamira menjadi salah satu daerah yang mengalami kerusakan paling parah setelah sejumlah bangunan bertingkat mengalami runtuh sebagian.
"Kami mengimbau masyarakat tetap berada di ruang terbuka, mengawasi anak-anak dan lanjut usia, serta tetap tenang selama prosedur penyelamatan berlangsung," ujar Cabello.
Menurutnya, seluruh unsur tanggap darurat, termasuk badan perlindungan sipil, relawan, petugas pemadam kebakaran, dan kepolisian telah dikerahkan ke lokasi terdampak.
Pemerintah juga meminta warga di kawasan yang mengalami kerusakan berat menghindari berada di dalam bangunan karena dikhawatirkan terjadi gempa susulan. Bantuan Internasional Mengalir Amerika Serikat menyatakan siap memberikan bantuan kepada Venezuela setelah bencana tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau mengatakan Washington telah berkomunikasi dengan otoritas Venezuela dan tengah mengoordinasikan bantuan darurat.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri AS Jeremy Lewin mengatakan Departemen Luar Negeri telah mengerahkan tim bantuan bencana untuk mengirim personel pencarian dan penyelamatan, bantuan medis, serta bantuan kemanusiaan lainnya.
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva juga menyampaikan belasungkawa kepada Venezuela dan memerintahkan Kementerian Luar Negeri Brasil untuk menyiapkan bentuk bantuan yang dapat diberikan bagi proses pemulihan.
Rodriguez menyampaikan terima kasih kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), organisasi multilateral, serta sejumlah negara, termasuk Kolombia, Brasil, Meksiko, Turki, Yordania, Barbados, Curacao, dan Inggris yang telah menawarkan bantuan.
Di sisi lain, Pacific Tsunami Warning Center mengeluarkan peringatan potensi tsunami untuk pesisir Venezuela serta wilayah Aruba, Bonaire, dan Curacao. Otoritas juga menerbitkan peringatan bagi Puerto Riko dan Kepulauan Virgin Amerika Serikat sembari memantau kemungkinan aktivitas gelombang tidak biasa di kawasan pesisir.




