JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan program bantuan pangan berupa telur ayam dan daging ayam karkas guna membantu stabilisasi harga di tingkat peternak sekaligus menjaga pasokan pangan masyarakat.
Program yang pernah dijalankan pada 2023 dan 2024 itu rencananya akan kembali digulirkan pada tahun depan atau 2027. Dengan adanya bantuan itu, diharapkan dapat menjadi instrumen untuk menyerap produksi peternak rakyat yang saat ini menghadapi tekanan harga.
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan, usulan tersebut datang dari Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) dan telah dimasukkan dalam kebutuhan anggaran tahun 2027.
Namun, peluang pelaksanaan pada tahun ini juga masih terbuka apabila terdapat revisi anggaran yang disetujui pemerintah dan DPR.
Baca Juga: Perdana! Indonesia Resmi Ekspor 47 Ribu Ton Urea ke Australia, Perkuat Ketahanan Pangan Indo-Pasifik
“Ada usulan bantuan daging ayam dan telur ayam. Ini sangat baik untuk stabilisasi pasokan dan harga daging ayam dan telur ayam,” kata Sarwo Edhy dikutip dari laman resmi Bapanas, Kamis (25/6/2026).
Ia menyampaikan, salah satu persoalan yang perlu diselesaikan adalah masih lebarnya selisih harga ayam di tingkat produsen dibandingkan harga yang dibayar konsumen.
“Jadi, yang harus kita selesaikan harga ayam di tingkat produsen, agar harganya tidak terlalu jauh dibandingkan dengan harga daging ayam di tingkat konsumen. Saat ini bedanya relatif jauh,” tuturnya.
Baca Juga: Menkes Kaji Insentif bagi Dokter di Daerah Terpencil untuk Perbaiki Distribusi Nakes
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono mengeklaim program bantuan pangan telur dan daging ayam yang pernah dijalankan pemerintah terbukti membantu menjaga harga di tingkat peternak.
Penulis : Dina Karina Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- bantuan pangan
- bantuan telur ayam
- bantuan daging ayam karkas
- badan pangan nasional





