JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI melakukan evaluasi menyeluruh pelaksanaan pelatihan dasar militer (latsarmil) untuk calon manajer koperasi desa (kopdes) dan kampung nelayan.
“Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius dan saat ini Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional serta seluruh penyelenggara sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, kepada Kompas.com, Jumat (26/6/2026).
Baca juga: Suara Desakan Evaluasi Latihan Militer Kopdes Usai Peserta Meninggal Dunia
Nama program pelatihan militer itu adalah Latsarmil Program Sarjana Penggerak Pembangunan (SPPI) untuk Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) serta Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Aspek yang sedang dievaluasi Kemhan RI meliputi pemeriksaan kesehatan hingga prosedur penanganan.
“Khususnya pada aspek seleksi kesehatan, pengawasan medis, deteksi dini kondisi kesehatan peserta, serta prosedur penanganan apabila terdapat peserta yang mengalami gangguan kesehatan,” tutur Rico.
Baca juga: Siapa Saja 3 Calon Manajer Kopdes yang Meninggal Dunia Usai Latihan Militer?
Dia mengatakan pelatihan piliter itu merupakan bagian dari kurikulum SPPI yang dirancang membentuk karakter, disiplin, integritas, kepemimpinan, kerja sama, dan semangat pengabdian, bukan untuk membentuk prajurit.
“Nilai-nilai tersebut dipandang penting sebagai bekal bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat,” tutur Rico.
Apa pelatihan akan berubah?Rico menjelaskan perihal potensi perubahan latihan militer yang telah memakan korban jiwa ini.
“Adapun mengenai kemungkinan perubahan bentuk atau metode pelatihan, seluruh masukan dan hasil evaluasi tentu akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam penyempurnaan penyelenggaraan program ke depan,” tuturnya.
Kini, Kemhan sedang memastikan program latihan militer untuk calon manajer kopdes dan kampung nelayan ini berjalan dengan baik.
“Dengan mengedepankan keselamatan peserta, profesionalisme, dan pencapaian tujuan pembentukan karakter yang menjadi sasaran utama program,” kata dia.
Baca juga: Alarm Keras dari Meninggalnya Calon Manajer Kopdes: Jangan Sampai Ada Korban Lagi
Kemhan RI berdukaKemhan RI turut berbela sungkawa atas meninggalnya tiga peserta tersebut.
“Kementerian Pertahanan menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya 3 peserta Program SPPI,” kata Rico.
Tiga nama peserta latihan militer yang meninggal dunia adalah, pertama, ada Anisa Muyassaroh yang meninggal dunia usai mengikuti latihan militer di Satuan Pendidikan dan Kejuruan Resimen Induk Daerah Militer (Satdik Didikjur Rindam) VI/Mulawarman, Balikpapan.
Kedua, Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pelatihan militer di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur (Satdik Puslatpur) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklatad), Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.
Ketiga, Novia Rahmadhani Sihotang yang meninggal usai mengikuti latihan militer di Satuan Pendidikan Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




