JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Departemen Kajian Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Namora Siahaan menyampaikan pendapatnya terkait efek pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal demo bayaran.
Menurut Namora, jika pemerintah dibiarkan terus-menerus menyampaikan "tuduhan tak berdasar", hal itu dapat mengakibatkan perpecahan di tengah masyarakat.
“Efeknya adalah pemerintah akan dibiarkan terus-menerus untuk melakukan tuduhan-tuduhan tak berdasar yang menyebarkan ketakutan, yang menyebarkan perpecahan di antara masyarakat sipil. Simpel begitu,” kata dia dalam dialog Kompas Petang Kompas TV, Kamis (25/6/2026) .
Sementara Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo dan Presidium 08 Muhammad Kurniawan, dalam dialog yang sama, meyakini pemerintah akan membuktikan pernyataan Prabowo tersebut.
Baca Juga: Prabowo Kasih Peringatan Pihak yang Biayai Demonstrasi: Hati-Hati Loh, Saya Tahu Siapa
“Ya, kita buktikan saja. Nanti kan pemerintahan pasti juga akan membuktikan apa yang sudah dikatakan, ya. Saya mendukung itu, transparansi ya,” kata dia.
Menurut Kurniawan, mahasiswa tidak boleh selalu menyatakan mewakili masyarakat saat menyampaikan aspirasi. Sebab, kata dia, pasti ada warga masyarakat yang pro maupun kontra terhadap tuntutan mahasiswa.
“Terus kalaupun mewakili masyarakat, masyarakat yang mana lagi? Kan enggak semua masyarakat juga pro dengan mahasiswa, pasti juga ada yang tidak pro dengan adik-adik mahasiswa,” ucapnya.
“Walaupun saya pribadi, saya mendukung adik-adik mahasiswa yang kritis, gitu loh.”
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- namora siahaan
- bem ui
- presidium 08
- prabowo subianto
- demo bayaran
- demo mahasiswa





