Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) resmi mengumumkan pembentukan Future of Finance Institute (FFI), Kamis (25/6/2026). Institut ini dibentuk untuk mempercepat adopsi teknologi keuangan baru sekaligus mendorong inovasi di sektor jasa keuangan.
Pada tahap awal operasionalnya, FFI akan memfokuskan kegiatan pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan tokenisasi aset.
FFI dirancang sebagai platform yang mempertemukan lembaga keuangan, perusahaan teknologi, dan kalangan peneliti agar dapat berkolaborasi memanfaatkan sumber daya serta keahlian bersama dalam mengembangkan ekosistem keuangan digital.
MAS menjelaskan bahwa FFI merupakan kelanjutan dari kolaborasi antara sektor publik dan swasta yang selama ini telah berjalan dalam pengembangan AI dan tokenisasi. Kehadiran institut tersebut diharapkan dapat menyatukan berbagai inisiatif dalam satu wadah koordinasi.
MAS menegaskan fungsi FFI tidak akan tumpang tindih dengan peran regulator.
"MAS akan terus mengawasi kerangka kebijakan dan regulasi secara makro, sementara institut (FFI) tersebut akan bekerja dan berinteraksi langsung dengan para pelaku industri di lapangan," tulis MAS dalam pernyataan resminya.
Empat Fokus Utama FFI
Dalam menjalankan tugasnya, FFI akan berfokus pada empat bidang utama, yakni:
- Pusat Pengetahuan (Knowledge Hub) yang menyediakan studi kasus dan panduan regulasi teknologi.
- Pusat Inovasi (Innovation Hub) untuk mengoordinasikan kolaborasi antarindustri.
- Lingkungan Uji Coba (Sandbox/Industrial Testing) sebagai ruang pengujian teknologi keuangan sebelum diterapkan secara luas.
- Perangkat Implementasi (Implementation Toolkit) yang menyediakan sumber daya untuk programmable compliance serta pengelolaan risiko AI.
FFI akan dikelola oleh dewan tata kelola yang beranggotakan perwakilan MAS, lembaga keuangan, perusahaan teknologi, dan kalangan akademisi guna memastikan pengembangan institut berjalan secara kolaboratif.





