Harga Emas Rebound, Dolar dan Imbal Hasil AS Tertekan usai Data Inflasi

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Harga emas berbalik menguat pada Kamis (25/6/2026) setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) berada sesuai perkiraan pasar.

Harga Emas Rebound, Dolar dan Imbal Hasil AS Tertekan usai Data Inflasi. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas berbalik menguat pada Kamis (25/6/2026) setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) berada sesuai perkiraan pasar.

Kondisi tersebut meredakan kekhawatiran mengenai kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat, sekaligus menekan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah.

Baca Juga:
MSCI Tunda Vonis, Inflow Asing ke Indonesia Masih Tertahan

Harga emas spot naik 0,69 persen menjadi USD4.026,92 per troy ons, setelah sempat turun hingga 1 persen pada awal perdagangan.

“Data inflasi PCE sebagian besar sesuai dengan ekspektasi. Pada titik ini, hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa harga emas relatif stabil hari ini,” kata Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures David Meger, dikutip Reuters.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Beragam, Sentimen AI Masih Bebani Nasdaq

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/PCE) AS melonjak 4,1 persen dalam 12 bulan hingga Mei, menjadi kenaikan terbesar sekaligus pembacaan pertama di atas 4 persen sejak April 2023.

Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan inflasi PCE naik 4,1 persen.

Baca Juga:
Grup Erajaya (ERAL) Bagikan Dividen Rp41,5 Miliar, Setara Rp8 per Saham

Dolar AS berbalik melemah setelah rilis data tersebut, sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga bergerak turun.

Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember sebesar 80 persen, turun dari perkiraan 85 persen sebelum data PCE dirilis.

Sebelumnya, peluang tersebut hanya 61 persen sebelum pernyataan kebijakan The Fed pekan lalu, berdasarkan data CME FedWatch.

“Fokus utama pasar masih tetap pada tekanan inflasi ke depan. Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa harga emas mengalami pelemahan dalam beberapa sesi terakhir,” ujar Meger.

Harga emas turun menembus level USD4.000 per ons pada Rabu, pertama kalinya sejak November 2025.

Pelemahan tersebut terjadi setelah ekspektasi kenaikan suku bunga tahun ini meningkat menyusul sikap The Fed yang lebih hawkish dalam pertemuan kebijakan pekan lalu.

Meskipun emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga membuat daya tarik logam mulia tersebut berkurang karena investor cenderung beralih ke aset yang memberikan imbal hasil.

Harga minyak bergerak naik tipis, tetapi ekspektasi peningkatan pasokan dari kawasan Timur Tengah setelah kesepakatan untuk mengakhiri perang Iran mendorong harga minyak kembali ke level sebelum konflik.

Sementara itu, harga perak spot naik 1,7 persen menjadi USD58,38 per ons.

Platinum menguat 1,8 persen menjadi USD1.606,61 per ons, sedangkan paladium naik 1,9 persen menjadi USD1.188,19 per ons. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Emisi Pertamina Trans Kontinental Susut Jadi 66.721 Ton CO2e Sepanjang 2025
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Universitas sebagai Mesin Kepanikan Kelas Menengah
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ratusan Sopir Truk Tutup Jalur Jombang-Surabaya, Protes Kerap Ditilang saat Parkir
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga On The Road Honda Vario EVO 160
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Diduga Depresi, Pria di Pandeglang Bakar Rumah Sendiri hingga Hangus Rata
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.