Hanoi (ANTARA) - Vietnam diperkirakan akan mengekspor sekitar 5 juta ton beras pada enam bulan pertama tahun 2026 dan menghasilkan pendapatan sebesar 2,36 miliar dolar AS.
Demikian dilaporkan Kantor Berita Vietnam pada Kamis (25/6) mengutip Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup.
Laporan itu mengungkapkan pada periode tersebut, volume ekspor diproyeksikan meningkat 5,7 persen secara tahunan (year on year/yoy), namun nilai ekspornya diperkirakan turun 3,3 persen akibat harga yang lebih rendah.
Pihak kementerian mengatakan pasar beras global masih terus dipengaruhi faktor-faktor geopolitik yang memberikan tekanan terhadap pasokan dan permintaan, serta memicu kehati-hatian dalam aktivitas perdagangan.
Kementerian itu menyampaikan meredanya ketegangan di Timur Tengah diperkirakan akan mendukung pemulihan aktivitas perdagangan, meskipun pasar energi global kemungkinan masih memerlukan waktu untuk pulih sepenuhnya.
Demikian dilaporkan Kantor Berita Vietnam pada Kamis (25/6) mengutip Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup.
Laporan itu mengungkapkan pada periode tersebut, volume ekspor diproyeksikan meningkat 5,7 persen secara tahunan (year on year/yoy), namun nilai ekspornya diperkirakan turun 3,3 persen akibat harga yang lebih rendah.
Pihak kementerian mengatakan pasar beras global masih terus dipengaruhi faktor-faktor geopolitik yang memberikan tekanan terhadap pasokan dan permintaan, serta memicu kehati-hatian dalam aktivitas perdagangan.
Kementerian itu menyampaikan meredanya ketegangan di Timur Tengah diperkirakan akan mendukung pemulihan aktivitas perdagangan, meskipun pasar energi global kemungkinan masih memerlukan waktu untuk pulih sepenuhnya.





