JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Cipenjo, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (25/6/2026).
Sidak ini dilakukan guna meninjau langsung hambatan pembangunan gedung koperasi yang mandek, dan baru mencapai progres 70,22 persen, dari yang seharusnya sudah rampung total.
Dudung sempat berdialog langsung dengan Ketua Koperasi Desa Merah Putih Desa Cipenjo, Mega, beserta jajaran pengurus.
Baca juga: Dudung Sidak SPPG di Petamburan dan Kebon Jeruk: Dua Dapur Ini Tidak Layak!
Ternyata, proyek pembangunan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan saja, atau pada Februari 2026 lalu seharusnya sudah selesai.
Akan tetapi, pembangunan Kopdes Merah Putih terhenti pada bulan Maret hingga saat ini, akibat adanya proses transisi kepemimpinan internal di tingkat Komando Distrik Militer (Kodim) setempat, serta kendala biaya pengurukan lahan.
Menanggapi hambatan proyek ini, Dudung menegaskan akan segera berkoordinasi dengan pihak Kodim agar pembangunan infrastruktur ekonomi desa ini dapat segera dilanjutkan.
"Jadi ini terhambat karena di Kodim ada pergantian, sehingga pembangunan ini tidak berlanjut. Seharusnya target hanya 3 bulan saja ya? Nanti saya kasih tahu dandimnya agar segera selesai ya," ujar Dudung dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).
Baca juga: Kemhan Pertimbangkan Ubah Bentuk Latihan Militer Calon Manajer Kopdes
Ketua Koperasi Desa Merah Putih Desa Cipenjo, Mega juga menjelaskan adanya kendala teknis tambahan di lapangan.
Kendala berupa masalah tanah urukan yang belum selesai karena butuh biaya.
"Karena kalau butuh urugan lumayan buat costnya, kurang lebih kita butuh 30-40 dump truck untuk mengurug. Nah ini antara kontraktor dengan kami dari koperasi, dibebankan ke koperasi," ungkap Mega.
Mega mengungkapkan bahwa mandeknya pembangunan fisik ini sangat membatasi ruang gerak operasional koperasi, padahal animo masyarakat sangat tinggi dan kerja sama dengan berbagai supply chain strategis telah siap berjalan.
"Harapan kami gedungnya bisa cepat selesai karena sekarang kita punya gedung ini, tempat sangat kecil," tuturnya.
Mega menjelaskan, meski pihaknya beroperasi di fasilitas yang terbatas dan para pengurusnya belum menerima gaji, Kopdes Merah Putih yang kini beranggotakan sekitar 150 orang tersebut memiliki performa bisnis yang sehat.
Ia menyebut bahwa koperasi ini berhasil memasok LPG 3 kg bersubsidi dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) khusus untuk anggotanya.
Dudung berikan pujianMendengar hal tersebut, Dudung memberikan pujian atas efisiensi jalur distribusi yang berhasil dipotong oleh koperasi.
"Hebat kalau begitu, karena langsung ke pusat," kata Dudung.
Hingga saat ini, Koperasi Desa Merah Putih Desa Cipenjo telah memiliki komitmen kerja sama pasokan dengan sejumlah institusi besar seperti ID Food, Bulog, hingga Pertamina Patra Niaga.
Kendala logistik pergudangan yang dihadapi saat ini adalah penyelesaian fisik gedung yang tertunda.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




