EtIndonesia.com Sebuah wilayah terpencil di California Utara, Amerika Serikat, diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 dengan kedalaman sekitar 8 kilometer pada 24 Juni 2026 pagi.
Gempa ini disebut sebagai yang terkuat di kawasan tersebut sejak tahun 1940, dan dilaporkan telah menyebabkan beberapa warga mengalami luka-luka meskipun belum ada laporan mengenai kerusakan besar.
Menurut laporan Associated Press, berdasarkan data dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa berkekuatan awal 5,6 magnitudo tersebut berpusat sekitar 12 kilometer di barat laut kota pertanian Willits. Guncangan juga dirasakan hingga kota pesisir Fort Bragg.
Dalam pernyataannya, Kantor Administrasi Kabupaten Mendocino menyebutkan bahwa lebih dari 6.000 penduduk di enam kota yang berada di sekitar episentrum mengalami pemadaman listrik. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menghindari penggunaan jalan raya maupun jalan umum agar petugas dapat melakukan pemeriksaan kerusakan dan pekerjaan perbaikan dengan lancar.
Juru bicara Mendocino County, Heather Rose, mengatakan bahwa rumah sakit setempat telah melaporkan adanya korban luka, namun tingkat keparahan cedera mereka masih belum diketahui.
Ahli seismologi senior California, Lucy Jones, menyatakan bahwa ini merupakan gempa terbesar di wilayah tersebut dalam hampir 90 tahun terakhir. Ia juga menjelaskan bahwa kawasan tersebut bukan berada di jalur patahan utama.
Menurutnya, “Wilayah ini memang bukan daerah yang sepenuhnya bebas gempa, tetapi biasanya gempa yang terjadi berkekuatan jauh lebih kecil daripada kali ini.”
Dalam waktu satu jam setelah gempa utama, tercatat tiga gempa susulan di sekitar episentrum, masing-masing berkekuatan di bawah magnitudo 2,7.
USGS juga melaporkan bahwa pada hari yang sama, Venezuela dan Jepang turut mengalami gempa bumi besar dengan magnitudo masing-masing sekitar 7,1 dan 6,9.
Sumber : NTDTV.com





