Bisnis.com, JAKARTA — Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), menyetujui pembagian dividen tunai sebesar US$8,5 juta dari laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (25/6/2026).
Nilai dividen tersebut setara dengan 1,7% dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
"Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 7 Juli 2026 pukul 16.00 WIB," jelas manajemen Barito Pacific dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026).
Selain dividen, pemegang saham juga menyetujui penyisihan dana sebesar US$1 juta atau setara 0,2% laba bersih sebagai cadangan wajib sesuai ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT).
Adapun, sebagian besar laba bersih, yakni US$480,3 juta atau sekitar 98,1%, ditetapkan sebagai laba ditahan guna mendukung kebutuhan pembiayaan dan pengembangan usaha perseroan.
Keputusan tersebut mencerminkan strategi BRPT yang tetap mengutamakan penguatan kapasitas bisnis dan ekspansi jangka panjang di tengah transformasi grup menjadi platform usaha terintegrasi.
Baca Juga
- Barito Pacific (BRPT) Buka Suara Soal Kabar Agunan Saham Chandra Asri (TPIA)
- Chandra Asri (TPIA) Klarifikasi Kabar Penjaminan Saham oleh BRPT & Prajogo Pangestu
- Prospek Emiten Prajogo BRPT hingga CUAN Cs, Diramal Mentereng di 2026
Manajemen menyampaikan bahwa sepanjang 2025 perseroan terus memperkuat struktur holding melalui diversifikasi portofolio bisnis guna menopang pertumbuhan berkelanjutan.
Pada sektor petrokimia, anak usaha BRPT, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), menyelesaikan akuisisi Shell Energy and Chemical Park yang kini beroperasi sebagai Aster Chemicals and Energy Pte Ltd (Aster). Akuisisi tersebut menambah aset strategis berupa kilang pengolahan minyak mentah, ethylene cracker, dan fasilitas kimia hilir.
Di lini kimia, CAP juga melanjutkan pengembangan pabrik Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride serta menyelesaikan akuisisi fasilitas produksi high density polyethylene (HDPE) dari Chevron Phillips Singapore Chemicals melalui Aster.
Sementara itu, pada segmen infrastruktur, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) berhasil melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) dan menghimpun dana sebesar Rp2,37 triliun, memperkuat integrasi bisnis infrastruktur dalam ekosistem grup.
Pada bisnis energi terbarukan, melalui PT Barito Renewables Energy Tbk. (BRPT), kapasitas terpasang panas bumi meningkat menjadi 910 megawatt (MW). Kenaikan tersebut ditopang oleh rampungnya proyek Salak Binary berkapasitas 16,5 MW dan proyek Salak Retrofit sebesar 7,7 MW.
BRPT juga menyampaikan telah menyelesaikan proyek pembangkit listrik Jawa 9 dan 10 berkapasitas total 2.000 MW dengan teknologi ultra super critical secara tepat waktu, sesuai anggaran, serta memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan.
Dalam agenda lainnya, RUPS menyetujui laporan tahunan dan mengesahkan laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2025. Pemegang saham juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada direksi dan dewan komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.
Selain itu, perseroan melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB). Dana PUB III Tahap I dan Tahap II tahun 2023 telah terealisasi seluruhnya.
Sementara itu, dari PUB III Tahap III tahun 2024 senilai Rp991,1 miliar, sebanyak Rp802,2 miliar telah digunakan untuk refinancing dan sisanya Rp188,9 miliar masih ditempatkan pada rekening perseroan.
Adapun dana hasil PUB IV Tahap I tahun 2025 sebesar Rp977,4 miliar hingga akhir 2025 masih tersimpan pada rekening perseroan di perbankan Indonesia dan belum direalisasikan penggunaannya.





