PBB Tangguhkan Evakuasi Kapal di Selat Hormuz usai Insiden Serangan

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Organisasi Maritim Internasional (IMO) menghentikan sementara upaya evakuasi kapal di Selat Hormuz setelah insiden serangan di Teluk Oman.

PBB Tangguhkan Evakuasi Kapal di Selat Hormuz usai Insiden Serangan. (Foto: Tasnim News)

IDXChannel - Organisasi Maritim Internasional (IMO) menghentikan sementara upaya evakuasi kapal di Selat Hormuz setelah insiden serangan di Teluk Oman.

Menurut Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO), kapal kargo berbendera Singapura, Ever Lovely, diserang saat mencoba melewati Selat Hormuz melalui perairan Oman pada Kamis.

Baca Juga:
Lebih dari 1.200 Kapal Kargo Masih Terjebak di Selat Hormuz

Dilansir dari Al Jazeera pada Jumat (26/6/2026), kapal tersebut melaporkan terkena proyektil di sisi kanan lambungnya sekitar 14 kilometer di sebelah tenggara pelabuhan Dahit, Oman.

Sejumlah sumber mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa kapal tersebut kemungkinan diserang oleh drone milik Iran. 

Baca Juga:
Trump: Iran Tidak Akan Pungut Biaya dari Kapal yang Melintas Selat Hormuz

Pada Selasa, IMO mulai mengevakuasi ratusan kapal yang terdampar akibat penutupan Selat Hormuz selama perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menyiapkan dua rute evakuasi, satu melalui perairan Iran dan yang lainnya melalui perairan Oman.

Baca Juga:
Harga Minyak Bangkit 2 Persen, Insiden Kapal di Oman Picu Kekhawatiran Selat Hormuz

Namun, Iran kemudian menekankan kapal-kapal hanya bisa melintasi Selat Hormuz melalui rute yang diaturnya. 

“Saya telah memutuskan untuk menunda sementara pelaksanaan [rencana evakuasi] untuk memastikan kembali bahwa jaminan keselamatan yang diperlukan tetap berlaku untuk kapal-kapal dalam daftar evakuasi kami, serta semua kapal di wilayah tersebut,” kata Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez dalam sebuah pernyataan.

Ever Lovely dikabarkan bukan merupakan bagian dari operasi evakuasi yang dilakukan IMO. Misi tersebut mencakup sekitar 600 kapal yang membawa total 11.000 pelaut. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Anung Mulai Eksekusi Penataan Kabel Ruwet Jakarta
• 56 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Bahlil Pastikan Kendala Pasokan Batu Bara untuk PLTU Sudah Tuntas
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Kemenag Himpun dan Salurkan Bantuan Rp23,55 Miliar untuk Lebaran Anak Yatim dan Difabel 2026
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Kutuk Penyekapan dan Penganiayaan Wanita di Bandung, DPR Desak Hukuman Kebiri Bagi Pelaku
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Waspada Dampak Cuaca di Indonesia, BMKG Beri Peringatan
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.