Jakarta, ERANASIONAL.COM – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Daerah Khusus Jakarta, Wachid Wibowo, melaksanakan panen telur ayam hasil program pembinaan kemandirian warga binaan di Lapas Kelas IIA Salemba, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut turut didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Salemba, Amico Balalembang, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Puspo Widodo, serta Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Galih Ihza.
Panen telur ini merupakan hasil pengembangan program budidaya ayam petelur yang dijalankan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.
Saat ini, Lapas Salemba mengelola sekitar 300 ekor ayam petelur dengan tingkat produktivitas yang telah mencapai sekitar 50 persen.
Selain mendukung program ketahanan pangan, budidaya ayam petelur tersebut menjadi sarana pelatihan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal usaha dan kemampuan kerja setelah kembali ke tengah masyarakat.
Program ini merupakan implementasi Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan optimalisasi pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas DK Jakarta, Wachid Wibowo, mengapresiasi upaya Lapas Kelas IIA Salemba yang terus menghadirkan program pembinaan produktif dan berkelanjutan bagi warga binaan.
“Saya mengapresiasi jajaran Lapas Kelas IIA Salemba yang terus berinovasi dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kegiatan peternakan ayam petelur ini merupakan contoh nyata pembinaan yang produktif, tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Wachid.
Ia berharap program serupa dapat terus ditingkatkan dan menjadi inspirasi bagi seluruh satuan kerja pemasyarakatan dalam menghadirkan pembinaan yang berdampak nyata.
“Saya berharap program seperti ini dapat terus ditingkatkan dan menjadi motivasi bagi seluruh satuan kerja pemasyarakatan untuk menghadirkan pembinaan yang berdampak dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Salemba, Amico Balalembang, menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Menurutnya, program budidaya ayam petelur akan terus dioptimalkan sebagai sarana pembelajaran dan pemberdayaan warga binaan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Melalui program tersebut, Lapas Kelas IIA Salemba berupaya menciptakan warga binaan yang lebih produktif, mandiri, serta siap berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Langkah ini sejalan dengan semangat pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional.





