Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat bersama Institut Sarinah menggelar diskusi untuk menguatkan kembali konsep tri pusat pendidikan sebagai dasar pembentukan manusia Indonesia yang utuh.
Dengan mengangkat topik Menghidupkan Kembali Tri Pusat Pendidikan, forum ini menekankan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pendidikan, pada era digital serta perubahan sosial.
Diskusi ini juga menyoroti berbagai persoalan pendidikan saat ini. Mulai dari krisis kesehatan mental, melemahnya relasi sosial, hingga tantangan kecerdasan buatan.
Lestari Moerdijat menilai pendidikan tidak boleh hanya dipandang sebagai urusan sekolah, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga :
Lestari Moerdijat: Piala Dunia Momentum Menata Masa Depan Sepak Bola Indonesia"Diperlukan adanya pemahaman baik dari orang tua itu sendiri mengenai kondisi dan keadaan anak-anaknya, sehingga bisa membantu mendidik dan mempersiapkan pendidikan yang tepat. Ini yang barangkali satu catatan dari kami, mungkin masih harus didalami, apakah memang betul demikian kira-kira. Kalau memang betul demikian seperti apa sebetulnya keterlibatan masyarakat dan khususnya orang tua secara lebih konkret," kata Lestari Moerdijat, dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat, 26 Juni 2026.
Sementara itu Direktur Institut Sarinah Eva Sundari menyatakan kondisi pendidikan nasional masih dihadapkan pada rendahnya kemampuan literasi. Menurutnya konsep tri pusat pendidikan gagasan Ki Hadjar Dewantara perlu dikembangkan secara adaptif dengan mempertimbangkan peran lingkungan digital.
Melalui forum ini, para peserta mendorong agar pembahasan RUU Sisdiknas tidak hanya fokus pada aspek administratif saja, tapi harus mampu memperkuat nilai karakter dan juga kebudayaan. Kolaborasi nyata diharapkan mampu membentuk generasi unggul menuju Indonesia emas 2045.




