Harga MacBook Neo hingga iPad Air Naik Akibat Harga Chip AI dan Memori Meroket

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Apple ternyata tidak cukup kuat menahan gempuran krisis komponen global seperti halnya perusahaan teknologi dunia lainnya. Raksasa teknologi asal AS ini resmi menaikkan harga jajaran produk MacBook, termasuk MacBook Neo, dan iPad.

Kenaikan ini terjadi imbas lonjakan harga chip memori dan penyimpanan (storage) yang dipicu oleh masifnya pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) secara global.

Para ahli menjuluki krisis pasokan ini dengan istilah "RAMageddon". Masalahnya bersumber dari produsen memori raksasa seperti Micron yang kini lebih memprioritaskan pesanan chip AI untuk korporasi raksasa seperti Nvidia.

Akibatnya, pasokan memori untuk industri perangkat elektronik konsumen mengetat drastis. Lembaga riset TrendForce mencatat harga DRAM melonjak hingga 98 persen pada kuartal pertama 2026, dan diproyeksikan melonjak lagi sebesar 58 hingga 63 persen pada kuartal ini.

Berdasarkan laporan Reuters, berikut rincian kenaikan harga produk Apple di AS, mulai dari MacBook Neo hingga iPad Air:

Tak hanya laptop dan tablet, penyesuaian harga ini juga berdampak pada perangkat pintar lainnya seperti HomePod dan Apple TV.

Bagaimana nasib iPhone?

Untuk saat ini, harga lini iPhone memang terpantau belum mengalami perubahan. Namun, para analis memperkirakan kenaikan harga ponsel pintar andalan Apple tersebut tinggal menunggu waktu saja.

Direktur Riset Senior di IDC, Nabila Popal, menilai langkah Apple menaikkan harga Mac dan iPad sekarang adalah bagian dari strategi menjelang peluncuran iPhone baru.

"Kenaikan harga iPhone sedang bersiap datang. Sangat strategis bagi Apple untuk mengumumkan kenaikan harga produk Mac dan iPad terlebih dahulu sebelum peluncuran iPhone di musim gugur, sehingga fokus berita saat peluncuran nanti adalah nilai inovasi ponsel baru, bukan kenaikan harganya," jelas Nabila.

Krisis pasokan memori ini diproyeksikan bakal memukul pasar gawai dunia. IDC memprediksi pasar smartphone global akan mengalami penurunan tahunan terbesar dalam sejarah hingga hampir 14 persen, sementara pasar PC diproyeksikan turun sebesar 11,3 persen.

Menariknya, kompetitor Apple seperti Dell dan HP diperkirakan harus menaikkan harga produk mereka jauh lebih tajam. Sebab, mereka tidak memiliki posisi tawar sekuat Apple di hadapan para penyuplai komponen.

Pihak Apple sendiri mengakui bahwa kondisi pasar saat ini sangat menantang untuk dihindari.

"Kami belum pernah melihat kenaikan harga komponen sebesar ini, secepat ini. Kami telah melindungi pelanggan kami dari kenaikan tersebut sejauh ini, tetapi kini kami telah mencapai titik di mana kami harus mulai menaikkan harga untuk sejumlah produk," pungkas Apple dalam pernyataan resminya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arab Saudi Kembali Hidupkan Terminal Minyak Utama Usai Selat Hormuz Terbuka
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Bareskrim Tetapkan Dirut PT MMS jadi Tersangka Kasus Manipulasi Nilai Ekspor Sawit
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Petani Sawit Minta Pemerintah Tak Buru-Buru Terapkan Mandatori B50
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Panglima TNI Kunjungi Museum Diponegoro dan Museum Jenderal Sudirman di Magelang, Teladani Semangat Juang dan Nilai-Nilai Kepemimpinan
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Terhambat Transisi dan Biaya Urugan, Pembangunan Kopdes Merah Putih di Bogor Masih 70%
• 22 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.