Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji meminta menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita di tempat penitipan anak atau daycare disesuaikan dengan usia balita dan kandungan gizi yang dibutuhkan.
"Saya meminta kalau bisa menunya itu perlu disesuaikan dengan usia balita agar mudah dikonsumsi. Jika menu kurang sesuai, pengelola Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) atau daycare bisa berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," kata Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam kunjungannya ke Taman Asuh Adiku Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat.
Menteri Wihaji menegaskan Kemendukbangga/BKKBN telah bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) sehingga daycare yang berada di wilayah layanan SPPG dapat memperoleh MBG khusus ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita (Kelompok 3B).
Baca juga: Anak yang dititipkan di Taman Asuh Sayang Anak akan dapat MBG
"Fokus kita kini sedang diarahkan pada peningkatan kualitas layanan MBG, termasuk kualitas menu," ujar Mendukbangga Wihaji.
Dalam kunjungannya ke Taman Asuh Adiku itu, Mendukbangga Wihaji juga mengapresiasi PT Yogya Tembakau Indonesia (YTI) yang telah mendirikan daycare berkualitas dilengkapi dengan pengasuh tersertifikasi dan dokter yang memantau tumbuh kembang anak secara berkelanjutan selama sebulan sekali.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada PT YTI atas komitmennya menyediakan daycare. Lokasi daycare ini sudah dibuat terpisah dari area pabrik demi keamanan anak agar tidak terpapar bahan-bahan kimia dan lain sebagainya. Anak-anak yang dititipkan ini merupakan anak karyawan YTI yang rata-rata adalah perempuan," ucap Mendukbangga Wihaji.
Baca juga: Mendukbangga minta tenaga lapangan susun data MBG 3B guna sinkronisasi
Sementara itu Presiden Direktur PT YTI Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono mengemukakan Tamasya berbasis perusahaan yang didirikan perusahaannya bertujuan meringankan tugas pekerja yang mempunyai anak dalam usia tumbuh kembang.
"Taman Asuh Adiku merupakan langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan kerja yang ramah keluarga dan ramah anak. Program ini tidak hanya menjadi fasilitas pendukung bagi para pekerja, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan kerja yang ramah keluarga dan anak," ujarnya.
Ia menegaskan keberadaan Taman Asuh Adiku merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja.
"Keberadaan Taman Asuh Adiku ini juga mencerminkan kepedulian perusahaan terhadap keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan. Ketika kebutuhan keluarga mendapatkan perhatian, maka semangat kerja, loyalitas, dan produktivitas karyawan akan semakin meningkat," tutur Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono.
Baca juga: Kemendukbangga hadirkan daycare aman guna fasilitasi anak buruh pabrik
"Saya meminta kalau bisa menunya itu perlu disesuaikan dengan usia balita agar mudah dikonsumsi. Jika menu kurang sesuai, pengelola Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) atau daycare bisa berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," kata Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam kunjungannya ke Taman Asuh Adiku Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat.
Menteri Wihaji menegaskan Kemendukbangga/BKKBN telah bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) sehingga daycare yang berada di wilayah layanan SPPG dapat memperoleh MBG khusus ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita (Kelompok 3B).
Baca juga: Anak yang dititipkan di Taman Asuh Sayang Anak akan dapat MBG
"Fokus kita kini sedang diarahkan pada peningkatan kualitas layanan MBG, termasuk kualitas menu," ujar Mendukbangga Wihaji.
Dalam kunjungannya ke Taman Asuh Adiku itu, Mendukbangga Wihaji juga mengapresiasi PT Yogya Tembakau Indonesia (YTI) yang telah mendirikan daycare berkualitas dilengkapi dengan pengasuh tersertifikasi dan dokter yang memantau tumbuh kembang anak secara berkelanjutan selama sebulan sekali.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada PT YTI atas komitmennya menyediakan daycare. Lokasi daycare ini sudah dibuat terpisah dari area pabrik demi keamanan anak agar tidak terpapar bahan-bahan kimia dan lain sebagainya. Anak-anak yang dititipkan ini merupakan anak karyawan YTI yang rata-rata adalah perempuan," ucap Mendukbangga Wihaji.
Baca juga: Mendukbangga minta tenaga lapangan susun data MBG 3B guna sinkronisasi
Sementara itu Presiden Direktur PT YTI Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono mengemukakan Tamasya berbasis perusahaan yang didirikan perusahaannya bertujuan meringankan tugas pekerja yang mempunyai anak dalam usia tumbuh kembang.
"Taman Asuh Adiku merupakan langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan kerja yang ramah keluarga dan ramah anak. Program ini tidak hanya menjadi fasilitas pendukung bagi para pekerja, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan kerja yang ramah keluarga dan anak," ujarnya.
Ia menegaskan keberadaan Taman Asuh Adiku merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja.
"Keberadaan Taman Asuh Adiku ini juga mencerminkan kepedulian perusahaan terhadap keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan. Ketika kebutuhan keluarga mendapatkan perhatian, maka semangat kerja, loyalitas, dan produktivitas karyawan akan semakin meningkat," tutur Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono.
Baca juga: Kemendukbangga hadirkan daycare aman guna fasilitasi anak buruh pabrik





