HARIAN.FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin mengambil langkah strategis untuk mendongkrak produktivitas peternakan sapi rakyat di Kabupaten Bulukumba melalui Program Kemitraan Masyarakat (PK-M). Program yang digelar pada 21-22 Juni 2026 di Dusun Kampung Cina, Desa Balibo, Kecamatan Kindang ini fokus pada peningkatan kapasitas kelompok peternak dengan pemanfaatan bahan pakan lokal dan penguatan manajemen kelompok ternak.
Kelompok Ternak Kantisang III, yang berdiri sejak 2019 dengan populasi awal 38 ekor sapi, kini menunjukkan perkembangan pesat dengan bertambahnya jumlah ternak dan anggota. Namun, sistem pemeliharaan yang masih semi intensif dengan penggembalaan pagi dan kandang seadanya membuat produktivitas belum optimal. Kepala Desa Balibo, Hj. Darmawati, menyatakan harapannya agar ilmu dan teknologi yang diperoleh dari program ini dapat diterapkan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak.
Ketua Kelompok Sarimin mengungkapkan beberapa kendala utama, seperti rendahnya kualitas dan ketersediaan pakan terutama saat musim kemarau. Potensi bahan pakan lokal seperti jerami padi dan limbah pertanian belum dimanfaatkan maksimal karena keterbatasan pengetahuan teknologi pengolahan pakan. Selain itu, manajemen kelompok yang belum optimal berdampak pada efektivitas pengelolaan usaha ternak.
Menjawab permasalahan tersebut, Tim Pengabdian LPPM Unhas yang diketuai Dr. Ir. Agustina Abdullah, SPt, MSi, IPM, ASEAN Eng memberikan penyuluhan dan pelatihan mengenai manajemen kelompok serta teknologi pembuatan pakan silase dari bahan lokal. Sebelum pelatihan, dilakukan pre-test untuk mengukur pengetahuan peternak, dan diakhiri dengan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman.
Dr. Mita Arifah, anggota tim, memaparkan teknik pemilihan bahan baku, proses fermentasi, formulasi, hingga penyimpanan silase yang dapat menjadi cadangan pakan saat kemarau. Pemanfaatan silase diharapkan meningkatkan kualitas nutrisi pakan, menjamin ketersediaan sepanjang tahun, dan menekan biaya produksi.
Ketua Tim Pengabdian, Agustina Abdullah, menegaskan, “Desa Balibo memiliki potensi sumber daya pakan lokal yang sangat melimpah. Melalui teknologi silase dan penguatan manajemen kelompok, kami berharap peternak dapat memanfaatkan potensi tersebut secara optimal sehingga usaha ternak menjadi lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.”
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa keberhasilan pengembangan peternakan rakyat tidak hanya bergantung pada peningkatan populasi ternak, tetapi juga pada kemampuan peternak dalam mengelola sumber daya lokal dan memperkuat kelembagaan kelompok.
Melalui program ini, Kelompok Ternak Kantisang III diharapkan menjadi lebih mandiri dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mampu mengoptimalkan potensi sumber daya lokal sebagai fondasi pengembangan peternakan sapi yang berdaya saing di Bulukumba. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan komitmen LPPM Universitas Hasanuddin dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat langsung.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, anggota dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, Babinsa Desa Balibo, penyuluh pertanian/peternakan, tokoh masyarakat, serta anggota kelompok ternak dan masyarakat sekitar yang mengikuti dengan antusias. (*/)





