Unusa Buka Sekolah Berkelanjutan Baru untuk Hadapi Krisis Lingkungan hingga Kesehatan

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) meluncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan (SMKB) sekaligus membuka Program Magister Manajemen (MM) Fokus Manajemen Berkelanjutan di Unusa Kampus B Surabaya, pada Jumat (26/6/2026).

Tri Yogi Yuwono Rektor Unusa mengatakan, kehadiran SMKB dan Program Magister Manajemen itu merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menjawab tantangan dunia yang semakin kompleks.

“Peradaban dunia sedang menghadapi perubahan iklim, krisis lingkungan, ketimpangan sosial, hingga tantangan baru di sektor kesehatan. Karena itu, ukuran keberhasilan sebuah organisasi tidak lagi hanya ditentukan oleh keuntungan finansial, tetapi juga oleh kontribusinya terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya, pada Jumat (26/6/2026).

Ia menjelaskan, konsep keberlanjutan merupakan bagian dari nilai-nilai Islam melalui prinsip Khalifah fil Ardh, yakni amanah manusia untuk menjaga keseimbangan alam dan memakmurkan bumi.

“Di sini, keberlanjutan bukan sekadar mengadopsi konsep global, tetapi merupakan penerjemahan nilai-nilai Islam ke dalam kurikulum sains modern. SMKB menjadi bentuk ijtihad akademik untuk melahirkan pemimpin yang mampu menghadapi tantangan masa depan,” katanya.

Program Magister Manajemen Unusa, kata dia, dikembangkan dengan karakteristik yang berbeda dari program MM konvensional, yakni memiliki kurikulum yang dibangun di atas dua pilar utama.

Pilar pertama adalah penguasaan manajemen modern secara komprehensif yang mencakup manajemen pemasaran, keuangan, operasi dan rantai pasok, serta pengembangan sumber daya manusia. Sementara pilar kedua adalah penguatan kemampuan analisis data dan pengambilan keputusan berbasis bukti (data-driven decision making), yang dipadukan dengan kerangka kerja global seperti Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Lulusan MM Unusa akan mampu merancang strategi bisnis yang bukan hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memenuhi prinsip tata kelola yang baik, berorientasi lingkungan, dan memberikan dampak sosial yang nyata,” ujarnya.

Lahirnya SMKB, kata dia, merupakan langkah untuk mengintegrasikan kekuatan perguruan tinggi di bidang kesehatan dan ilmu manajemen. Momentum itu menurutnya, menjadi relevan setelah Unusa menempati peringkat ke-86 dunia dalam Times Higher Education (THE) dan peringkat ke-3 di Indonesia untuk SDG 3 (Good Health and Well-being).

“Capaian tersebut menjadi modal kuat bagi Unusa untuk mengembangkan kepemimpinan dan tata kelola sektor kesehatan yang berorientasi pada keberlanjutan. Kami ingin melahirkan manajer rumah sakit, pemimpin industri kesehatan, dan birokrat yang mampu mengelola sumber daya secara efektif demi kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.

Handayani Dekan SMKB menambahkan bahwa peluncuran sekolah baru tersebut juga dilakukan dengan menggelar Lokakarya Kurikulum sebagai langkah awal untuk menjamin mutu lulusan, merumuskan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri global, transformasi digital, ekonomi sirkular, dan prinsip keberlanjutan.

“Melalui SMKB kami ingin membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan pemimpin masa depan dengan perspektif global, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan,” pungkasnya.(ris/wld/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rumah Ambruk di Pinggir Kali Benhil, Bronjong Dipasang Cegah Longsor Meluas
• 1 jam laludetik.com
thumb
Dorong Ratusan UMKM Naik Kelas, SIG Catat Transaksi RB Rembang Capai Rp6,9 Miliar
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Jepang Batalkan 120 Penerbangan Akibat Dua Badai Tropis
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Full Atribut PSI, Jokowi Memulai Rangkaian Blusukan di Lampung
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Heboh! Isu Ganjil Genap Tol Jakarta, Jasa Marga (JSMR) Angkat Bicara
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.