SEOUL, KOMPAS.TV - Menteri Korea Selatan tak ingin lagi denuklirisasi Korea Utara satu-satunya cara hadapi masalah nuklir negara tertutup tersebut.
Menteri Unifikasi Korsel Chung Dong-young pada Jumat (26/6/2026), menegaskan saat denuklirisasi jadi tujuan utama hal itu menghambat diplomasi dengan Pyongyang.
Ia menambahkan kurangnya perkembangan diplomasi nuklir hanya akan membantu Korut meningkatkan kemampuan persenjataan dan nuklir Korut pada tiga dekade terakhir.
Baca Juga: Kapal Pertamina Gamsunoro Berhasil Lewati Selat Hormuz, Ini Jadi Pertimbangan Keputusan Melintas
“Seperti yang telah ditunjukkan dalam 30 tahun terakhir, setiap kali perundingan perdamaian terhenti oleh hambatan denuklirisasi,” ujar Chung dikutip dari Yonhap.
“Korea Utara menggunakan waktu itu untuk lebih memajukan kemampuan nuklirnya,” ujar dia.
Ia menegaskan anggapan lama yang menyebut rezim perdamaian hanya dapat dibahas setelah masalah nuklir Korut diselesaikan harus ditinggalkan.
“Kita perlu mengejar solusi bertahap dan pragmatis. Sudah saatnya terjadi perubahan paradigma,” ucap Chung.
Chung menekankan jalan menuju perdamaian dengan Korea Utara terbuka ketika negara-negara terkait, termasuk Korsel dan AS, berupaya secara aktif melibatkan Pyongyang untuk berdialog.
Chung kemudian menyoroti perlunya pendekatan bertahap, yaitu menghentikan dan mengurangi program nuklir Korut sebelum denuklirisasi, sebagai solusi masalah nuklir.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Yonhap
- korea selatan
- korea utara
- menteri unifikasi
- denuklirisasi
- menghambat diplomasi




