Bisnis.com, JAKARTA — Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan memastikan perseroan terus melakukan monitoring terkait perkembangan kapal tanker very large crude carrier (VLCC) Pertamina Pride yang masih tertahan di Selat Hormuz.
Iriawan mengatakan pemantauan perkembangan kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) tersebut secara real time dan penuh kehati-hatian.
“Sementara untuk armada lain seperti VLCC Pertamina Pride di Teluk Arab, saat ini sedang dalam persiapan bergerak dengan terus mengevaluasi perkembangan risiko serta rekomendasi internasional,” ujar Iriawan saat ditemui di Jakarta, Jumat (26/6/2026)/
Berdasarkan informasi PT PIS, Kapal VLCC Pertamina Pride saat ini sedang dalam tahap persiapan untuk bergerak dengan tetap mengevaluasi perkembangan keamanan, kondisi lalu lintas, kepadatan, dan risiko lainnya serta mempertimbangkan rekomendasi internasional.
Iriawan menambahkan, tim crisis center dari PT PIS juga terus memonitor situasi secara penuh selama 24 jam dengan berkoordinasi erat bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Iran.
“Semoga kapal VLCC Pertamina Pride juga bisa segera bisa lepas dan bisa datang ke Indonesia,” katanya.
Baca Juga
- Kapal Pertamina Gamsunoro Akhirnya Lolos dari Selat Hormuz
- Harga Minyak Turun ke Level Sebelum Perang Iran, Lalu Lintas Selat Hormuz Mulai Pulih
- Ini 14 Poin Kesepakatan Damai AS-Iran, dari Buka Selat Hormuz hingga Senjata Nuklir
Di sisi lain, Iriawan memastikan Kapal Gamsunoro telah berhasil melintasi Selat Hormuz pada Rabu (24/6) waktu setempat.
“Alhamdulillah, Gamsunoro sudah lepas dari Selat Hormuz. Sudah kami lihat, sudah keluar, dan telah mencapai titik aman,” ujar Iriawan.
PT PIS sebelumnya melaporkan, Kapal Gamsunoro yang menempuh perjalanan selama 16 jam mulai beranjak dari Teluk Arab, Rabu (24/6), mulai pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar pukul 04.06 WIB.
Kapal melaju dengan kecepatan 7,5 knot dan tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB. Lalu empat jam kemudian, kapal dinyatakan berhasil melintasi selat dan mencapai titik aman.
Keberhasilan Gamsunoro melintasi Selat Hormuz pun dinilai menjadi bagian dari upaya PIS menjaga operasional pelayaran di tengah ketidakpastian geopolitik global, khususnya di salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia, ujar Iriawan.





