CATL Mulai Massalkan Baterai Sodium-Ion Tahun Ini, Bagaimana Nasib Lithium?

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Raksasa pembuat dan pemasok baterai kendaraan elektrifikasi di dunia, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) mulai kebut rencana penggunaan jenis sodium-ion untuk baterai mobil listrik secara lebih luas.

Disitat Car News China, langkah pabrikan asal China itu untuk menyiasati fluktuasi harga bahan baku lithium global yang tidak menentu. Teknologi baterai sodium-ion dinilai telah siap diterapkan secara massal.

Chief Manufacturing Officer CATL, Ni Jun memaparkan target puluhan ribu unit mobil listrik yang akan segera mengadopsi baterai sodium-ion. Angkanya mulai dari 10 ribu unit hingga 20 ribu unit untuk tahun ini.

Penerapan perdana baterai natrium-ion berlabel Naxtra ini dipastikan bakal mendarat pada lini sedan listrik Nevo A06 besutan pabrikan Changan. Berdasarkan rencana lini masa industri, kendaraan perdana yang mengandalkan basis sel baterai tanpa lithium itu akan mulai dijual pertengahan tahun ini.

Selain untuk sektor otomotif, CATL juga memperkenalkan sistem penyimpanan energi terpadu baru bernama Tener Sodium ESS yang dijadwalkan memulai pengiriman domestik pada September mendatang.

Sementara untuk target pasar ekspor global, distribusi pengapalan perangkat pengumpul daya massal ini baru akan bergulir pada Juni 2027. Nilai investasi yang digelontorkan untuk pengembangan baterai natrium-ion sebesar 10 miliar yuan atau setara Rp 22,6 triliun.

Hasilnya, lompatan teknologi ini mampu mendongkrak tingkat densitas energi sel baterai hingga mencapai 50 persen lebih tinggi dalam satu dekade terakhir. Ada beberapa keunggulan baterai sodium-ion dibanding jenis lainnya.

Pertama baterai generasi baru ini terletak pada daya tahan operasionalnya yang adaptif terhadap paparan suhu dingin ekstrem. Komponen ini dirancang tetap mampu bekerja normal pada rentang temperatur minus 20 hingga minus 30 derajat celsius.

Langkah diversifikasi ini sekaligus menjadi tameng proteksi perusahaan dari hantaman volatilitas harga lithium karbonat di pasar China yang sempat meroket hingga 190 persen. CATL memproyeksikan bahwa pada akhir tahun ini, struktur biaya produksi dari baterai natrium-ion sudah bisa setara dengan biaya pembuatan baterai lithium-ion konvensional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kata Mantan Ketua BEM UGM Tiyo soal Mahasiswa Terima Bayaran saat Demo
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Selain Tambah Area Pameran, IIMS 2027 Bakal Sapa Warga Medan
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pramono Tegaskan Tak Ada Aturan Baru Ganjil Genap Jakarta
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Danantara Sumberdaya Indonesia Dituntut Transparan Demi Jaga Daya Saing Ekspor
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Cek Sendiri Sisa Umur HP dengan Mudah, Begini Caranya
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.