JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi ditunjuk menjadi Ketua Satgas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
"Semua bersepakat memohon kami untuk menjadi Ketua Satgas Mitigasi PHK, oleh karena dianggap kita dapat menjembatani berbagai pihak dan berbagai stakeholder terkait," kata Pras di DPR RI, Jumat, 26 Juni 2026.
BACA JUGA:Rasakan Sensasi SPRITE Nipis Mint, Perpaduan Rasa Lemon-Lime dan Sensasi Mint yang Gokil
Mensesneg mengatakan pembentukan satgas tersebut merupakan hasil pembahasan yang telah berlangsung selama kurang lebih satu tahun bersama serikat buruh, sejumlah kementerian terkait, serta atas persetujuan Presiden.
Meski demikian, ia menegaskan pembentukan satgas tersebut masih memerlukan penyempurnaan secara formal sebelum resmi berjalan.
Pemerintah juga berencana melibatkan Desk Ketenagakerjaan yang telah dibentuk di Kepolisian agar upaya penanganan persoalan ketenagakerjaan dapat dilakukan secara terintegrasi.
BACA JUGA:Bidik Peluang Beasiswa LPDP Jakarta untuk 75 Siswa, Kuliah di Luar Negeri Gratis Jenjang S2 dan S3
"Kita juga ingin mengajak bergabung teman-teman di Desk Ketenagakerjaan yang sudah ada di Kepolisian, supaya ini bisa kita satukan, semua kita bekerja bersama-sama untuk melakukan satu, tentu melakukan monitoring, dan kemudian bersama-sama saling bertukar informasi berkenaan dengan permasalahan-permasalahan yang terjadi di perusahaan-perusahaan yang berpotensi untuk timbulnya PHK," jelasnya.
Terhadap perusahaan yang berpotensi melakukan PHK, Satgas akan melakukan mitigasi satu per satu.
Di samping itu, Satgas juga menaruh perhatian pada perusahaan yang sudah melakukan PHK, tetapi masih belum menyelesaikan kewajibannya.
BACA JUGA:Red Bull Next Generation Hadir, Buka Jalan Atlet Muda Indonesia Menuju Panggung Dunia
Mensesneg menegaskan penyebab PHK tidak selalu berkaitan dengan persoalan operasional seperti pasokan bahan baku, gas, maupun batu bara.
"Kita mitigasi satu per satu karena permasalahan PHK tidak selalu berkenaan dengan masalah suplai bahan baku, misalnya, gas atau batu bara. Kadang-kadang juga ada permasalahan konflik internal manajemen perusahaan. Namun, apa pun itu penyebabnya, menjadi tugas kita untuk bersama-sama melakukan mitigasi," imbuhnya.





